Petugas saat melakukan sidak disejumlah toko swalayan di Kota Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

Dharma menambahkan, setelah temuan tersebut Dinkes akan melakukan pembinaan kepada para pedagang agar lebih paham dengan kandungan yang ada pada bahan makanan yang mereka jual. Apakah boleh dikonsumsi atau tidak.
"Jumlahnya dari tahun lalu sebenarnya sudah banyak berkurang, untuk itu kita akan terus lakukan pembinaan agar jumlah pedagang yang menjual makanan dan minuman tak layak konsumsi bisa semakin diminimalisir," terangnya.
Sementara ketua YLKI Blitar Dadik Wahyudi menegaskan agar Dinkes transparan memberikan informasi kepada masyarakat produk makanan minuman apa saja yang tak layak konsumsi. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera kepada para oknum pedagang nakal agar tidak menjual barang tak layak konsumsi. Dengan begitu maka secara otomatis oknum pedagang nakal akan mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat secara langsung
"Jika diinformasikan ke masyarakat secara terbuka nanti kan otomatis masyarakat juga bisa langsung memilih untuk tidak membeli produk-produk tersebut," tegas Dadik Wahyudi. (blt1/tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




