Kondisi Kantor Desa Sukomulyo yang ambruk usai diguyur hujan deras.
Kepala Desa setempat, Yuliati, S.T mengakui jika kantor desa tersebut sudah lama tidak pernah direhab. Dia berkilah jika anggaran yang minim membuat pihaknya terpaksa menunda untuk melakukan renovasi kantor desa.
Yuliati juga mengakui bahwa sebelumnya dalam Musdes sempat diusulkan pembangunan Kantor Desa. Tetapi, sebelum akan dibangun kondisinya sudah ambruk lebih dahulu.
“Selama ini kantor Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan memang tidak pernah ada rehab, sebab desa tidak mampu menganggarkan adanya rehab kantor tersebut yang sudah jelas dalam pembangunannya membutuhkan biaya yang cukup besar,“ dalihnya.
Ditanya terkait adanya Dana Desa, lagi-lagi Yuliati mengaku jika penggunaan Dana Desa tidak bisa digunakan untuk pembangunan kantor desa. Namun, beberapa upaya lain sudah dilakukan pihak desa.
"Kita sudah mengusulkan ke Pemda untuk pembangunan kantor desa itu. Namun, tetap saja tidak pernah terlaksana. Padahal, tanda-tanda mau roboh sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Anggaran untuk pembangunan kantor itu sangat membutuhkan anggaran besar," tegasnya kepada wartawan.
Sementara, Camat Pajarakan, Sukarno yang dimintai tanggapan atas ambruknya kantor desa Sukomulyo tersebut enggan menanggapi. Camat Sukarno terlihat terburu-buru ketika sejumlah wartawan hendak mau mengkonfirmasinya.
"Mohon maaf ya, saya lagi terburu-buru dan saya lagi mau rapat," ujarnya singkat yang langsung masuk ke mobil dinasnya. (ndi/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




