Nyono Tersangka, Ketua KPU RI: Bisa Ikut Pilkada dan Dilantik, Meski Terdengar Janggal

Nyono Tersangka, Ketua KPU RI: Bisa Ikut Pilkada dan Dilantik, Meski Terdengar Janggal Ketua KPU RI Arief Budiman

Kendati demikian, Masud mengaku sudah melakukan komunikasi dengan seluruh koalisi partai politik (parpol) yang mengusung pasangan Nyono-Subaidi dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang yang akan digelar 27 Juni 2018 nanti.

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh koalisi parpol pengusung. Nanti konferensi pers akan kami sampaikan setelah KPK melakukan rilis resmi terkait dengan hal itu,” imbuhnya.

Disinggung perihal apakah sudah ada ancang-ancang akan mengganti Nyono Suherli sebagai Bacabup dalam Pilkada nanti, Masud belum bersedia memberikan keterangan jelas. Ia mengaku, masih akan membahas hal itu dengan partai koalisi.

“Nanti satu jam setelah KPK melakukan konferensi pers, kami akan mengumpulkan rekan-rekan media untuk menyampaikan sikap kami. Kalau saat pak Nyono statusnya belum ditetapkan, jadi kami tidak bisa berandai-andai. Kita hormati azas praduga tak bersalah,” tandasnya.

Ketua DPD PAN Jombang Saiqu saat dikonfirmasi terkait langkah apa yang akan diambil pasca Bacabup yang didukung partai berlambang Matahari itu ditangkap KPK, mengaku tak ingin gegabah.

“Kita tunggu dulu hasil konferensi dari KPK. Pada intinya, PAN akan membahas hal ini bersama dengan partai koalisi lainnya malam nanti,” sambungnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Namun demikian, lanjut Saiqu, PAN akan siap jika diminta all out untuk memenangkan calon yang diusung koalisi ini. Ia pun memastikan, hingga saat ini koalisi masih tetap utuh.

Terpisah KPU Jombang hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait diamankannya Bupati Nyono oleh KPK. (dio)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO