Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mencatat hampir separuh jemaah calon haji (JCH) kloter satu dan dua dari embarkasi Surabaya berisiko tinggi (Risti).
Menurut Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, jumlah jemaah dengan risiko tinggi sebanyak 59 persen dengan usia secara umum di atas 60 tahun atau mempunyai riwayat penyakit.
BACA JUGA:
- Mengapa Dam Haji Tidak Bisa Dipindahkan ke Indonesia
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
“Memang kami periksa istitha'ah (mampu,red) ini dan bisa saya sampaikan kurang lebih 59,29 persen jemaah yang sudah masuk yakni kloter satu dan dua risiko tinggi karena usia dan penyakit, paling banyak itu darah tinggi dan diabet,” ungkap dia di sela pelepasan jemaah Embarkasi Surabaya Kelompok Terbang 01 (SUB 01) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (17/07).
Lebih lanjut, dia mengatakan, dari jemaah yang mengalami kerentanan itu satu orang dinyatakan tertunda keberangkatannya karena mengalami patah tulang kaki dan saat ini masih menjalani proses kesembuhan.
"Ada satu jemaah yang tidak bisa diberangkatkan karena patah tulang kaki, saat ini perawatan, jika sudah membaik akan diberangkatkan dengan kloter selanjutnya," jelasnya.
Masalah kelayakan berhaji bagi calon jemaah menjadi sorotan. Berdasarkan evaluasi pelaksana haji 2017, banyak dari jemaah yang tidak istitha'ah atau tidak mampu dalam menunaikan ibadah haji.
Hal ini membawa kesulitan baru karena sebagian besar hanya bisa terbaring di Tanah Suci dan tidak menunaikan ibadah.
Kohar berharap agar kebijakan Kemenkes tentang kelayakan kesehatan haji dapat di dukung oleh semua pihak. Karena kebijakan tersebut sesuai dengan Syariat Islam. Menurutnya, masyarakat harusnya dibekali dalam manasik haji, tidak hanya rukun dan wajib haji. (mid/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




