Tanggul Lumpur Lapindo Ambles Ancam Permukiman Warga​

Tanggul Lumpur Lapindo Ambles Ancam Permukiman Warga​ Warga saat melihat kondisi tanggul lumpur Lapindo yang ambles.

Selanjutnya, masih kata Hengki, jika debit sudah berkurang, peninggian akan dilakukan dengan alat berat dan penambahan material lagi.

Dari informasi yang didapat dari warga sekitar, kejadian serupa pernah terjadi di tahun 2014. Tepatnya di titik tanggul no 68. Hal tersebut juga disebabkan tidak bisanya tanggul menampung debit air yang cukup banyak.

"Dari pengalaman tersebut, kita akan mengalirkan air dari tanggul sisi utara ke selatan. Saat ini PPLS sudah memiliki pompa sebanyak 7 buah. Di Glagaharum ada 3 buah pompa dan di Ketapang ada 4 buah. Termasuk 1 pompa besar di sana, kita maksimalkan," jlentrehnya

Sementara Sajin (58), salah satu warga Gempolsari menyayangkan peristiwa tersebut. Dia berharap agar segera dilakukan penanganan oleh pihak PPLS.

Dari pantauan di lapangan, nampak pihak kepolisian, aparat desa serta pihak PPLS sudah berada di lokasi. 

Kapolsek Tanggulangin AKP Hardiyantoro mengatakan, pihaknya saat ini melakukan pengamanan terkait peristiwa tersebut. Nampak garis polisi juga dipasang di pintu masuk area peristiwa penurunan tanggul.

"Polisi hanya sebatas pengamanan. Hal ini agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kami juga melarang warga agar tidak lagi berada di atas tanggul," terang mantan Kapolsek Sedati tersebut. (cat/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'HOAX! Bukan Tanggul Lumpur Lapindo yang Jebol tapi Pipa PDAM di Jalan Raya Porong':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO