Wabup Tuban, Noor Nahar Husein.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki puncak musim penghujan pada Februari hingga Maret mendatang, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana yang muncul. Di antaranya fenomena hujan lebat, tanah longsor, dan angin puting beliung.
"Fenomena itu disebut dengan faktor hydrometeorology," ujar Noor Nahar Husein kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (17/1).
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
Tercatat dua bulan terakhir terjadi beberapa kejadian bencana antara lain; kebakaran, angin puting beliungn dan tanah longsor. Oleh sebab itu, ia menilai diperlukan upaya untuk mengurangi risiko-risiko bencana yang ada. Menurutnya, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban telah melaksanakan beberapa upaya mitigasi.
"Misalnya, pembentukan Destana, sekolah/madrasah aman bencana, pembentukan sekber relawan di masing-masing kecamatan. Upaya tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB)," ujarnya.
"Di samping itu, konsep yang diusung BPBD Tuban berupa Harmony With Disaster menjadi upaya guna mengurangi risiko bencana bagi masyarakat. Apalagi, saat ini telah terdeteksi peta ancaman bencana di Kabupaten Tuban. Yakni potensi gempa dengan 2 pemicu Cesar Kendeng dan Cesar Rembang. Untuk itu BPBD telah menyiapkan Early Warning System guna membantu memberikan peringatan dini kepada masyarakat," jelasnya.
"Diharapkan menjadi konsep yang dikembangkan BPBD menjadi budaya dan keharusan bagi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana secara terus menerus dan rutin," beber Wabup. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




