KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Jembatan Brawijaya resmi dibuka bertepatan dengan peringatan 150 tahun Jembatan Lama yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda, Senin (18/3). Meski telah diresmikan, proses pembangunan Jembatan Brawijaya tak berjalan mulus karena sempat tersendat.
Pada tahun 2009, pembangunan Jembatan Brawijaya direncanakan dan didesain oleh konsultan perencana PT Geoplano Consultant dengan panjang 183,10 meter dan lebar 16 meter.
BACA JUGA:
- Dandim Kediri Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Ringinagung
- Terjunkan Tim Gabungan, Pemkot Kediri Bersihkan Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Sungai Kedak
- Peresmian Jembatan Jongbiru: Bupati Kediri Bangkitkan Sejarah Kebesaran Masa Lalu
- Jelang Peresmian Jembatan Jongbiru, Bupati Kediri Gelar Tumpengan Bersama Warga
Kemudian pada 8 Desember 2010, pembangunan Jembatan Brawijaya yang menggunakan konstruksi beton dimulai. Pengerjaan dilakukan oleh PT Fajar Parahiyangan Bandung sebagai pemenang lelang dengan kontrak tahun jamak.
Tiga tahun berselang terjadi putus kontrak dan pembangunan dihentikan. Selanjutnya biaya pembangunan Jembatan Brawijaya sampai dengan tahun 2013 sebesar Rp. 47.231.600.440.
Pada tahun 2018, pembangunan Jembatan Brawijaya dilanjutkan kembali oleh PT Fajar Parahiyangan dengan nilai kontrak Rp 14.098.560.310. Dan pada 26 Desember 2018 pembangunan jembatan selesai dikerjakan.
Untuk diketahui, jembatan Lama sendiri dibangun sejak era kolonial yakni pada 18 Maret 1869. Dahulu satu-satunya jembatan akses penghubung Surabaya-Madiun tersebut dinamakan ‘Groote Postweg’ atau istilahnya jalan raya.
Jembatan yang dibangun Sytze Westerbaan Muurling ini menggunakan konstruksi besi dan dibangun di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai. Dan merupakan jembatan besi pertama di Jawa. (rif/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






