GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik menggelar apel siaga patroli tolak politik uang menjelang Pemilu 2019 di halaman Kantor Pemkab Gresik, Minggu (14/4).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Wakil Bupati Moh. Qosim, Kapolres AKBP. Wahyu Sri Bintoro, Dandim 0817 Letkol Inf. Budi Handoko, jajaran OPD, serta para Panwascam, PPL, PTPS se-Kabupaten Gresik.
BACA JUGA:
- Targetkan 9 Kursi di Pemilu 2029, Golkar Gresik Gencarkan Konsolidasi hingga Tingkat Desa
- Tim Pendukung Kotak Kosong Sudah Siapkan Bukti Jelang Sidang Gugatan di MK
- Pascaputusan MK, PDIP Gresik Minta Bawaslu Tindak Pejabat dan TNI-Polri Tak Netral di Pilkada 2024
- Bawaslu Gresik Turunkan APK Yani-Alif yang Dipasang di Depan Balai Desa Sukowati
Bupati meminta warga untuk komitmen menolak politik uang. Ia berharap kepada penyelenggara pemilu sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan terkait suasana politik, termasuk mengawasi kecurangan-kecurangan yang rawan terjadi jelang pemilihan seperti politik uang.
"Karena kesuksesan pemilu bergantung bagaimana para penyelenggara pemilu bekerja. Jika penyelenggara pemilu mampu berintegritas dan menjaga tugas dan tanggungjawab masing-masing, maka dipastikan suasana pemilu termasuk di Kabupaten Gresik akan berjalan dengan lancar," katanya.
Dikatakan ia, tiga hari lagi masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Gresik akan merayakan pesta demokrasi serentak melalui pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta pemilihan anggota legislatif. Ia meminta agar seluruh masyarakat membangun komitmen, persepsi, dan kesadaran bersama bahwa politik uang tidak masuk dalam kamus untuk mensejahterakan masyarakat.
"Komitmen kita bersama untuk menolak politik uang adalah sesuatu yang harus diimplementasikan. Masyarakat Gresik harus bisa mengantisipasi dan meminimalisir bahkan menghilangkan politik uang," imbaunya.






