Rabu, 16 Juni 2021 14:38

​Bangunan Pasar Besar Tuban Dibongkar, Pemilik Kios Meradang

Senin, 14 Oktober 2019 19:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Bangunan Pasar Besar Tuban Dibongkar, Pemilik Kios Meradang
Hearing antara pemilik kios di PBT dengan Kepala Diskoperindag Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan pemilik los, kios, dan toko di Pasar Besar Tuban (PBT) menanyakan terkait kelanjutan pembangunan pasar yang berada di Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban.

Mereka meradang karena puluhan bangunan yang telah menghabiskan miliaran rupiah itu dihancurkan dan diratakan oleh PT Hutama Karya (HK) beberapa waktu lalu tanpa sepengetahuan pemilik kios.

Untuk itu, para pemilik kios dan los mendatangi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban. Mereka meminta untuk pembangunan pasar ditunda dan menanyakan kejelasan status ribuan user sebelum PBT yang baru kembali dibangun.

"Kami minta ground breaking untuk ditunda dulu dan menyelesaikan urusan dengan user," ujar Zuana kepada BANGSAONLINE.com sesuai hearing di kantor Diskoperindag Tuban, Senin (14/10).

BACA JUGA : 

Potensi Jadi Tempat Penularan, Satgas Covid-19 Tuban Gencar Sosialisasi Prokes di Pasar Tradisional

Pemkab Tuban Cabut Aturan Moratorium Pendirian Toko Modern

Kian Pedas, Harga Cabai di Tuban Lampaui Daging Sapi

​Harga Padi Turun, Diskoperindag Tuban: Masyarakat Bisa Manfaatkan Resi Gudang

Penundaan peletakan batu pertama rencana revitalisasi PBT itu dilakukan karena mereka meminta kejelasan selama belum bisa menempati bangunan yang baru. Serta perubahan harga sewa masing-masing los, kios, dan toko.

"Kalau tidak bisa menempati kios, kami minta pengembalian uang sebanyak 15 kali lipat dari apa yang telah disetorkan user dulu," imbuhnya.

Zuana bersama user lain menyayangkan saat pemerataan bangunan yang sudah mangkrak belasan tahun itu tanpa sepengetahuan para user. Menurutnya, hal itu sangat merugikan para user yang telah membayar uang muka, bahkan sebagiannya telah melunasi pembelian kios sesuai dengan kesepakatan awal.

"Kita sangat menyesalkan pemerataan bangunan itu tidak menginformasikan terlebih dahulu kepada para user," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban, Agus Wijaya membenarkan jika pembangunan dan perataan bangunan pasar besar lama tidak sepengetahuan pemilik kios atau user. Pihaknya berdalih karena tidak adanya paguyuban user dan tidak memungkinkan untuk mengonfirmasi user satu per satu.

Namun, pihaknya berjanji akan menjaga dan mengamankan hak-hak mereka. "Dalam arti pihak pengembang sanggup mengakomodir setiap user yang ada. Sudah dilakukan konfirmasi tahap pertama, namun belum bisa maksimal dan hanya diikuti sebanyak 120 user. Sementara ada 98 user menyatakan untuk lanjut," ujarnya.

Terkait adanya tuntutan para user, pihaknya akan melakukan pertemuan lanjutan bersama PT HK selaku pengembang, dengan user sebelum dilakukan ground breaking. "Dalam pertemuan nanti, pihak PT HK, Diskoperindag, dan paguyuban user menetukan kejelasan informasi dan kesepakatan atas pembangunan Pasar Besar Tuban. Harapannya dalam pertemuan selanjutnya nanti semua bisa selesai," pungkasnya. (gun/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...