Senin, 10 Mei 2021 01:49

Panen Porang, Potensi Menjanjikan di Dunia Pertanian, Tiap Hektare Bisa Kantongi Rp 400-500 Juta

Sabtu, 30 Mei 2020 20:16 WIB
Editor: .
Wartawan: Herman Subagyo
Panen Porang, Potensi Menjanjikan di Dunia Pertanian, Tiap Hektare Bisa Kantongi Rp 400-500 Juta
Panen Porang di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Tanaman porang atau dalam bahasa ilmiah dikenal Amorphophallus Muelleri Blume merupakan jenis tanaman umbi-umbian. Tanaman ini kini mulai banyak diproduksi oleh warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Parwanto, adalah salah satu warga Desa Sidomulyo yang tertarik menanam Porang sejak tahun 2017 lalu.

"Saat itu saya diberitahu oleh teman saya, bahwa tanaman Porang memiliki harga jual yang lumayan tinggi. Nah, dari situ kemudian saya praktikkan untuk menanam sendiri," ungkap Parwanto saat ditemui di ladang Porang miliknya, Sabtu (30/5).

Ketika awal tanam Porang, ia mengaku hanya menggunakan modal awal 4 juta rupiah untuk membeli bibit. Bibit Porang atau dikenal dengan istilah katak kemudian ditanam di lahan di pekarangan miliknya dengan luas panjang 22 x 12 meter.

BACA JUGA : 

Modal Rp5 Juta, Petani Bawang Merah di Trenggalek Ini Raih Untung Besar

Resmikan Gedung Pusat KSPPS Madani, Arifin: Di Masa Pandemi Koperasi Hendaknya Terapkan Digitalisasi

Trenggalek Siap Panen Porang 30 Ribu Ton Tahun Ini

Penyelidikan Kasus Penjualan Bantuan Pupuk dari Kementan di Trenggalek Jalan Terus

Bibit-bibit itu baru memasuki masa panen, dua tahun kemudian. Hasilnya, seluruh tanaman Porang itu dibeli tengkulak dengan harga 19 juta rupiah. Selain mendapat hasil dari Porang, ia juga mendapat penghasilan tambahan dari penjualan katak atau bibit Porang senilai 2.500.000 saat itu.

Berangkat dari hasil tersebut, Purwanto kemudian berusaha memperluas lahan tanam Porang. Saat ini, ia telah menanam Porang di lahan seluas 8 hektare.

Di tiap satu hektare, ia bisa menanam 20 ribu batang Porang. Dalam dua tahun yang akan datang, ia memprediksi hasil panennya untuk tiap hektare bisa mencapai 400 hingga 500 juta rupiah.

Parwanto menyampaikan, masa panen tanaman Porang yang ideal adalah dua tahun dari sejak awal ditanam. "Cara terbaik menanam Porang adalah menjelang musim penghujan. Dan tanaman Porang ini bisa ditanam di manapun tempatnya, asal kondisi tanah tersebut tidak becek," terangnya.

Sementara Kepala Desa Sidomulyo, Wahyono mengakui jika saat ini banyak warganya yang mulai beralih menanam Porang. Bahkan, saat ini luas lahan yang ditanami Porang di Desa Sidomulyo mencapai 100 hektare.

"Penanaman Porang ini mulai digemari oleh masyarakat kami, karena harganya yang melonjak tinggi," ungkapnya.

Menurutnya harga Porang mulai melonjak tingi sejak tahun 2019 yang lalu. dengan harga per kilogram 12 ribu rupiah. Dalam waktu lima hari sekali, ada tengkulak dari berbagai daerah seperti Ponorogo dan Surabaya yang mengangkut hasil Porang ini. Ada 5 hingga 10 truk untuk sekali angkut.

Dengan hasil yang menggiurkan ini, ia lantas meminta agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyediakan pabrik Porang di Kabupaten Trenggalek, dengan tujuan agar harga Porang tetap stabil.

Sementara menanggapi permintaan dari Kades Sidomulyo, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Trenggalek Ir. Agung Sudjatmiko mengatakan akan menyiapkan tiga opsi.

"Jadi opsi pertama kita bangun asetnya pemerintah daerah dan bangunannya dari pemerintah daerah. Opsi yang kedua, aset milik petani, tapi yang membangun (pabrik) pemerintah daerah. Opsi yang ketiga, aset milik Pemda, tetapi yang membangun pabrik (swasta)," kata Agung.

Menurutnya, saat ini hasil panen Porang itu dijual oleh para petani kepada pihak tengkulak. Mereka belum bisa menjual langsung ke pihak perusahaan. Sehingga harga jual dari petani belum bisa maksimal. (man)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...