Pesta petasan lebaran ketupat antar pemuda di Desa Buker berakhir tawuran.
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Pesta petasan pada perayaan lebaran ketupat atau dikenal dengan lebaran 7 hari setelah hari raya Idul Fitri di Desa Buker Kecamatan Jrengik, diwarnai tawuran antar pemuda, Minggu (30/5).
Pesta petasan tersebut memang biasa dilaksanakan pada lebaran ketupat, yakni H+7 Idul Fitri. Para pemuda berkumpul di satu tempat di pinggir jalan raya di Desa Buker, sambil menyulut petasan mercon.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
"Ini sudah tradisi pemuda di sini mas, bila lebaran ketupat pasti bakar petasan mercon. Tak lupa, sepeda motor knalpotnya diblong, sehingga tambah bising," terang Salam, salah satu warga yang menyaksikan kegiatan itu
Namun, pesta petasan kali ini berakhir tawuran. Sejumlah pemuda terlibat saling pukul usai menyulut petasan dan saling geber knalpot brong. Entah apa penyebab yang mengakibatkan pemuda satu kampung itu tawuran.
"Bila para remaja sudah kumpul dengan bergerembol sambil bawa sepeda motor knalpot brongnya, biasanya pasti ada gesekan dan tawuran. Sungguh kegiatan hura-hura yang sia-sia, tidak ada manfaatnya," keluhnya. (hri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




