Stadion Gejos di Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE).
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik mempertanyakan progres pemanfaatan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang akan dijadikan tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19. Mengingat, jumlah pasien Covid-19 di Kota Pudak hari demi hari tak menunjukkan tren penurunan, justru sebaliknya terus naik signifikan.
"Kami patut mempertanyakan progres pembangunan ruang observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 di Stadion Gejos, mengingat kasus positif Covid-19 hari demi hari terus naik," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (28/6/2020).
BACA JUGA:
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- BPJS Gresik Dukung Peluncuran Program Prolanis Muda, Sasar Generasi Produktif Cegah Penyakit Kronis
- Perluas Lapangan Kerja, Wakil Bupati Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
Sebelumnya, Pemkab Gresik memutuskan untuk memanfaatkan Stadion Gejos sebagai tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 dikarenakan rumah sakit (RS) yang ditunjuk pemerintah sebagai RS rujukan sudah overload (penuh). Misalnya RS Ibnu Sina yang berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS plat merah terbesar milik Pemkab Gresik itu sudah lama overload.
"Jadi, RSUD ini sudah lama overload, termasuk sejumlah RS rujukan lain, makanya pemerintah membuat terobosan memanfaatkan Stadion Gejos sebagai ruang observasi dan rehabilitasi Covid-19," ungkap Anggota Komisi IV ini.
Musa mengungkapkan, dari data yang masuk ke komisinya menunjukkan bahwa penambahan jumlah pasien Covid-19 setiap harinya tak berbanding lurus dengan pasien yang sembuh dan diizinkan pulang. "Jumlah yang positif lebih banyak ketimbang yang sembuh. Sehingga, makin banyak ruang isolasi yang dibutuhkan," paparnya.
Tercatat, hingga Sabtu (27/6/2020), jumlah positif Covid-19 sudah tembus 605 orang, dengan rincian 61 orang meninggal dunia, 80 orang sembuh, dan 464 orang masih dalam perawatan.
Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 533 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.342, Orang Dalam Risiko (ODR) 1.148, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 310.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




