Jumat, 04 Desember 2020 23:42

Meski Akhir Juni Pembangunan Rampung, Stadion Gejos Belum Bisa Diisi Pasien

Minggu, 28 Juni 2020 10:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Meski Akhir Juni Pembangunan Rampung, Stadion Gejos Belum Bisa Diisi Pasien
Stadion Gejos di Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE).

GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik mempertanyakan progres pemanfaatan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang akan dijadikan tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19. Mengingat, jumlah pasien Covid-19 di Kota Pudak hari demi hari tak menunjukkan tren penurunan, justru sebaliknya terus naik signifikan.

"Kami patut mempertanyakan progres pembangunan ruang observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 di Stadion Gejos, mengingat kasus positif Covid-19 hari demi hari terus naik," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (28/6/2020).

Sebelumnya, Pemkab Gresik memutuskan untuk memanfaatkan Stadion Gejos sebagai tempat observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 dikarenakan rumah sakit (RS) yang ditunjuk pemerintah sebagai RS rujukan sudah overload (penuh). Misalnya RS Ibnu Sina yang berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS plat merah terbesar milik Pemkab Gresik itu sudah lama overload.

"Jadi, RSUD ini sudah lama overload, termasuk sejumlah RS rujukan lain, makanya pemerintah membuat terobosan memanfaatkan Stadion Gejos sebagai ruang observasi dan rehabilitasi Covid-19," ungkap Anggota Komisi IV ini.

Musa mengungkapkan, dari data yang masuk ke komisinya menunjukkan bahwa penambahan jumlah pasien Covid-19 setiap harinya tak berbanding lurus dengan pasien yang sembuh dan diizinkan pulang. "Jumlah yang positif lebih banyak ketimbang yang sembuh. Sehingga, makin banyak ruang isolasi yang dibutuhkan," paparnya.

Tercatat, hingga Sabtu (27/6/2020), jumlah positif Covid-19 sudah tembus 605 orang, dengan rincian 61 orang meninggal dunia, 80 orang sembuh, dan 464 orang masih dalam perawatan.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 533 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.342, Orang Dalam Risiko (ODR) 1.148, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 310.

"Dilihat dari tren kenaikannya sangat signifikan, makanya Pemkab Gresik harus cepat lakukan antisipasi," terang Sekretaris DPD Nasdem Gresik ini.

"Rencana awal, di Stadion Gejos nantinya akan ada 130 ruang yang bisa digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 baik untuk observasi maupun rehabilitasi," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Gunawan Setijadi mengungkapkan bahwa ruangan observasi dan rehabilitasi pasien Covid-19 yang dibuat di Stadion Gejos saat ini masih dalam proses penyiapan. "Diperkirakan ruang baru siap 29 Juni 2020," ujar Gunawan didampingi Kabag Humas dan Protokol, Reza Pahlevi.

Gunawan mengatakan saat ini pengerjaan ruang observasi dan rehab sedang dikebut agar bisa selesai tepat waktu, "Kami tengah mengerjakan sekat-sekat antarruangan," paparnya.

Menurutnya, ruangan bisa selesai dan siap akhir bulan Juni, namun masih perlu adanya penambahan sesuai standar kesehatan, misalnya penyedot udara. Setelah ruangan selesai dikerjakan, nantinya Stadion Gejos akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

"Dinkes Gresik yang akan meneruskan kesiapannya dengan menambahkan sejumlah peralatan medis. Kami pastikan meski akhir Juni pembangunan rampung, Stadion Gejos belum bisa diisi pasien positif Covid-19, karena hanya ruangan yang selesai akhir bulan ini," pungkasnya. (hud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...