Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M Sudiono Fauzan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Meski unsur pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan mengklaim sudah melakukan rapat dua kali untuk menyikapi soal rekomendasi BK DPRD, namun hingga kini belum ada kabar yang jelas kapan akan disampaikan ke publik.
Padahal penyampaian informasi ke masyarakat itu dipandang perlu untuk menunjukkan keseriusan para wakil rakyat, bahwa kasus pengadaan 2,5 juta masker memang sedang ditindaklanjuti.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- UMKM Pasuruan Naik Kelas: Komisi II Kawal Digitalisasi Pasar dan Bantuan Modal Pemuda-Perempuan
- Aliansi BEM Pasuruan Raya Kecam Sikap Ketua DPRD yang Dinilai Tak Etis saat Audiensi dengan PMII
- Proyek Jalan Kedungringin Tetap Berlanjut, Target Rampung Akhir 2025
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M. Sudiono Fauzan usai sidang paripurna pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019 secara virtual di gedung DPRD dengan Bupati Pasuruan Isyad Yusuf, Selasa (7/7).
"Kalau untuk rapatnya dengan unsur pimpinan sudah dilakukan sebanyak dua kali. Kalau untuk hasil masih diketik oleh Bagian Hukum Protokol Sekretariat," jelas politikus PKB ini.
Dirinya berjanji setelah naskah selesai diketik, pihak dewan segera menyampaikan hasil resminya kepada pers. "Kalau untuk saat ini dimungkinkan DPRD tidak bisa melakukan karena pihaknya masih menunggu," katanya.
Info yang diterima BANGSAONLINE.com menyebutkan bahwa kasus masker yang menyeret politikus Agus Suyanto hingga keluarnya rekomendasi BK DPRD berupa teguran keras ini dikabarkan sudah diselesaikan di internal pimpinan dewan.
Namun, unsur pimpinan hingga kini belum mengungkap hasilnya. (bib/par)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




