Seorang petani saat akan mempraktikkan cara membuat cairan sekam untuk membasmi hama tikus. (foto: Kominfo)

Untuk pengaplikasian, masih menurut Sahat, dosis yang digunakan 1:4, yaitu 220 ML asap cair sekam dan 880 ml rendaman sabut kelapa (sebagai katalis) atau 14 liter air. Larutan disemprotkan pada liang-liang tikus serta diikuti pemasangan umpan beracun berupa petrokum 0,005 BB.
"Dengan pengaplikasian ini, diharapkan tikus yang ada di liang akan terganggu pernapasannya karena kandungan belerang. Inovasi ini akan terus dilakukan dan dikembangkan sampai menemukan formulasi yang tepat, tidak hanya pada lahan kering, tetapi bisa juga diaplikasikan pada lahan basah," pungkasnya.
Sementara itu menurut Omega Dwi Suprihanto, petugas PPL Kecamatan Semen, bahwa percobaan uji coba asap cair sekam ini sangat membantu para petani di wilayah binaannya, karena populasi tikus yang terus bertambah mengancam hasil pertanian, terutama tanaman padi dan jagung.
"Dengan adanya uji coba sekam di wilayah kami, para petani merasa senang. Selain ramah lingkungan, bahan pembuatnya juga sangat melimpah di wilayah Kecamatan Semen," kata Omega.
Untuk diketahui, temuan ini merupakan yang pertama di Indonesia, memanfaatkan sekam sebagai racun untuk membunuh hama tikus yang sangat meresahkan. (adv/kominfo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






