Sabtu, 19 Juni 2021 09:14

​Kanang: Trauma PKI Jangan Dipakai Mendiskreditkan Orang atau Golongan

Jumat, 02 Oktober 2020 08:57 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Zainal Abidin
​Kanang: Trauma PKI Jangan Dipakai Mendiskreditkan Orang atau Golongan
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hari Kesaktian Pancasila tahun ini di Kabupaten Ngawi diperingati tidak seperti biasanya. Pemkab Ngawi turut serta mengikuti peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar secara serentak seluruh Indonesia secara virtual.

Peringatan dilakukan dalam waktu singkat, akan tetapi tidak mengurangi dari makna peringatan Kesaktian Pancasila. Peringatan yang digelar di Pendopo Wedya Graha Pemkab Ngawi dilakukan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan ketat.

Usai memimpin dan mengikuti peringatan Kesaktian Pancasila, Budi Sulistyono Bupati Ngawi pada awak media menjelaskan, peringatan kali ini memang beda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Meskipun peringatan dilakukan secara virtual dan singkat tetap tidak mengurangi dari makna peringatan," jelas Bupati Ngawi, Budi Sulistyono pada awak media.

BACA JUGA : 

Cegah Jatuhnya Korban Akibat Jebakan Tikus Listrik, Bupati Ony Godok Perbup Pertanian

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Tingkat Kecamatan, Bupati Ngawi Beri Reward Polsek-Polsek

Maksimalkan Serapan Gabah, Bupati Ngawi Lakukan MoU dengan Gubernur DKI

Korban Jiwa Akibat Jebakan Tikus Listrik Marak Lagi, Bupati Ngawi Ajak Kapolres Cek Lapangan

Dalam kesempatan ini Kanang mengatakan, jika pihaknya menyakini merebaknya isu PKI yang akan bangkit kembali tidak akan terjadi. Menurut dia, masyarakat telah trauma dengan PKI. Namun, ketraumaan tersebut sering kali dijadikan senjata untuk memecah belah oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat kita sebenarnya sudah trauma lalu dengan ketraumaan tersebut dijadikan alat untuk mendeskredikan orang maupun golongan," terangnya.

Dengan peringatan kesaktian Pancasila yang selalu digelar setiap tahun sudah menunjukkan bahwa paham-paham yang akan mengganti Pancasila tidak mudah dilakukan. Selain itu, juga Pancasila yang merupakan dasar dari bangsa Indonesia telah terbukti merekatkan bangsa ini.

"Karena kita memiliki Pancasila bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan bahasa ini dapat bersatu," pungkasnya.(nal/ns)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...