Dilarang Sediakan Miras Waktu Malam, Industri Tari Telanjang Kelimpungan

Dilarang Sediakan Miras Waktu Malam, Industri Tari Telanjang Kelimpungan Layla (kiri) dan Kayla (kanan) takut kehilangan pekerjaan. (foto-foto: WalesOnline / Rob Browne)

BANGSAONLINE.com - Klub-klub penyedia layanan tari telanjang di Wales di ujung kehancuran. Mereka harus tutup pukul 22.00. Kalau pun buka, dilarang menyediakan minuman keras. Paling parah, dilarang mempertontonkan tari telanjang di tiang.

Pemilik tiga tempat hiburan di Cardiff mengatakan, kini semua penari telanjang tak ada pekerjaan, jika pemerintah tidak memberikan dukungan tambahan jam buka, selama pandemi .

Pemilik tiga klub telanjang memperingatkan, bisnis mereka dalam bahaya dan mereka mungkin harus memecat semua staf .

Glenn dan Jenny Nicie, yang mempekerjakan lebih dari 300 penari dan 150 staf di Playhouse Gentlemen's Club, Fantasy Lounge, dan For Your Eyes Only di ibu kota Welsh telah mengeluarkan peringatan, bahwa klub-klub dalam bahaya.

Mereka terpaksa menutup klub setelah dibuka kembali sebagai bar, dua minggu lalu, lapor Wales Online.

Semua staf, termasuk penari, mengenakan topeng dan APD lengkap. Sementara striptis atau tarian di tiang tidak diizinkan.

"Tidak masuk akal jika tidak menonton penari tiang di panggung meskipun jarak panggung lebih dari empat meter, dua meter lebih banyak dari pedoman yang disarankan. Semua staf saya memiliki anak dan tagihan yang harus dibayar. Mengapa menutup perputaran ekonomi waktu malam? Mengapa ekonomi siang hari lebih diutamakan daripada waktu malam? Jika sesuatu tidak berubah pada akhir Oktober, saya akan bangkrut. Saya akan kehilangan rumah dan semua yang telah saya kerjakan," ujar Glenn.

Salah satu penari striptis, Kayla, mengaku telah bekerja di For Your Eyes Only selama dua tahun. Wanita berusia 22 tahun ini mengaku harus bertahan hidup dari tabungannya sejak Maret. Dia adalah pengasuh penuh waktu untuk ibunya yang tertular virus corona pada bulan April.

Sumber: mirror.co.uk

Simak berita selengkapnya ...