Kamis, 03 Desember 2020 17:01

Perhutani Nganjuk Tawarkan Wisata Mengenal dan Mengolah Tanaman Kayu Putih

Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Bambang Dwi Julianto
Perhutani Nganjuk Tawarkan Wisata Mengenal dan Mengolah Tanaman Kayu Putih
Memasuki Wana Wisata Edukasi Manyung, Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. Kira-kira bentuk tanamannya seperti apa ya?

Nah, di Wana Wisata Edukasi Manyung berlokasi di Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk ini masyarakat bisa melihat dari dekat tanaman kayu putih itu seperti apa serta bagaimana cara mengolahnya.

Wisata Manyung merupakan kawasan wisata di atas lahan seluas 5 hektare yang menyediakan wisata edukasi cara mengolah daun minyak kayu putih menjadi minyak oles yang biasa dipergunakan untuk minyak angin.

Wisata Manyung merupakan kawasan hutan peredu dan dekat dengan Jalan Raya Nganjuk-Madiun. Kawasan ini sangat sejuk, sehingga sangat cocok dijadikan wisata edukasi, karena juga ditumbuhi pohon jati yang masuk di kawasan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bagor KPH Nganjuk.

Kepala Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Manyung, Sukirno mengatakan, awalnya lahan yang dijadikan Wisata Edukasi Manyung ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Karena melihat potensi dari kawasan hutan terlihat kurang baik, maka ada gagasan untuk menjadi lebih produktif dan bermanfaat.

"Saya melakukan pengelolaan lahan ini secara mandiri, hanya ingin tempat tersebut bisa bermanfaat," kata Kirno kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (28/10).

(Pelajar saat mendapat edukasi mengenal pohon kayu putih hingga memprosesnya menjadi minyak) 

Awal tercetusnya ide karena dampak sampah yang kurang baik bagi kesehatan. Kirno selaku perangkat desa pun mulai mengerjakan lahan tersebut bulan April 2017.

"Saya berharap wisata edukasi ini bisa bermanfaat, khususnya bagi dunia pendidikan baik di SD, SMP, SMA sederajat," terangnya.

Saat ini, Kirno selaku Ketua LMDH sekaligus sebagai investor, masih terus melakukan pengembangan kawasan WIsata Manyung. Ia berencana menyediakan homestay, wisata offroad, trail, dan aula pertemuan. Bahkan saat ini juga akan dipersiapkan kolam renang dewasa yang sedang dalam pengerjaan.

"Saya terus berinovasi agar Wisata Edukasi Manyung bisa lebih banyak pengunjung. Tidak hanya lokalan, tapi bisa dari luar kota Nganjuk," pungkas Kirno.

Selvitita, salah satu pengunjung dari Kota Kediri mengaku mendapat tambahan ilmu saat berkunjung ke Wisata Edukasi Manyung.

"Saya baru mengetahui jenis tanaman kayu putih. Bahkan dijelaskan cara memproses hingga menjadi minyak," kata pelajar MAN I Kelas 12 yang datang bersama keluarga ini.

Dirinya mengaku mengetahui tempat tersebut dari saudara yang kebetulan tinggal di Nganjuk. Menurutnya, Wisata Manyung masih bisa dipoles agar semakin bagus, karena banyak tempat untuk berfoto. (bam/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...