Tokoh Gerakan Pemuda Ansor di Bojonegoro, Abdullah Umar.
"Selain mensyiarkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah, NU juga identik sebagai ormas Islam yang selalu bergerak dengan napas semangat kebangsaan. Keberpihakan NU pada keutuhan bangsa tak diragukan lagi," tandas pria kelahiran Baureno Bojonegoro itu.
Umar menegaskan jika sejak zaman kolonial, NU selalu mempertahankan keutuhan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Idzhaari Sya’aairihi alaa Thariqati Jam’iyyati Nahdlatil Ulama.
Saking nasionalisnya NU, bahkan singkatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun bisa disamakan dengan Pancasila, Bhineka, NKRI, dan UUD 45 (PBNU). Apa artinya? Artinya NU sangat nasionalis dan berpihak pada keutuhan bangsa Indonesia.
"Jika NU sangat mempertahankan keutuhan NKRI, tentu Ansor pun sama. Sebab, Ansor adalah anak kandung NU. Ansor adalah garda terdepan yang siap menjaga NKRI. Sebab, NKRI sistem pemerintahan negara Indonesia yang didukung oleh NU," pungkasnya.
Ketua Panitia PKD PAC Kapas Angkatan I Ulil Fikri mengatakan, acara yang dikemas bersamaan dengan pelantikan tersebut mengambil tema mencetak pemuda NU beridealisme dan berkarakter untuk Ansor gemilang.
"Dengan bekal materi yang diberi dan aktif berproses bersama GP Ansor, kami berharap para kader muda NU (Ansor) mampu menjawab segala tantangan zaman, termasuk banyaknya aksi-aksi ormas yang akhir-akhir ini sering membuat kegaduhan," terangnya. (nur/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






