Sabtu, 27 Februari 2021 13:36

​Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19, PMI Tuban Giatkan Sosialisasi Donor Plasma Konvalesen

Minggu, 17 Januari 2021 19:35 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19, PMI Tuban Giatkan Sosialisasi Donor Plasma Konvalesen
Pendonor Plasma Konvalesen di UDD PMI Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban terus menggiatkan sosialisasi donor plasma konvalesen kepada para penyintas Covid-19. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan oleh PMI dengan cara menghubungi langsung pasien yang sembuh dari Covid-19, maupun melalui media sosial.

"Sejauh ini untuk mendapatkan pendonor plasma, kita edukasi pada keluarga pasien yang membutuhkan plasma untuk mencari keluarga, teman, atau tetangganya yang penyintas Covid-19 untuk diajak atau diminta tolong donor plasma. Selanjutnya, kita juga lewat sosmed. InsyaAllah akan dapat banyak karena masih gencar-gencarnya promosi plasma konvalesen," ujar Humas UDD PMI Kabupaten Tuban, Sarju Effendy saat dikonfirmasi, Minggu (17/1).

Ia menjelaskan, sejauh ini yang sudah daftar ada 37 pendonor dan dinyatakan lolos seleksi. Lalu yang sudah diambil sampel ada 18 pendonor. Sedangkan, yang sudah berhasil pengambilan plasma ada 6 pendonor.

Untuk menghubungi para penyintas Covid-19, UDD PMI sudah minta data ke Dinkes, RSUD, RSNU, dan RS Medika Mulia.

"Kita juga sudah coba menghubungi satu per satu untuk yang sekiranya masuk kriteria donor plasma. Untuk kriteria sebenarnya sama dengan konvensional, hanya pendonornya pasien yang pernah terpapar Covid-19 dan tidak berkomorbid," paparnya.

Menurut Sarju, kendala untuk mengajak penyintas Covid-19 agar mau mendonorkan darahnya adalah, mereka enggan datang ke UDD PMI.

Lanjut Sarju Effendy menjelaskan, mekanisme donor plasma ini juga sedikit berbeda dengan donor darah konvensional. Bagi penyintas yang sudah pernah donor, maka ia bisa mendonorkan plasma kembali setelah 14 hari kemudian. 

"Tapi kalau donor konvensional biasa harus menunggu 2 bulan, baru bisa donor kembali. Itu bedanya," jelas Sarju.

Teknis pengambilan donor plasma dan durasinya juga berbeda dengan donor biasanya atau konvensional. Untuk plasma konvalesen, pendonor ditusuk dan darahnya mengalir ke Alat Apheresis Hemonetic.

"Nanti di dalam alat, darah tersebut diolah dan dipisahkan dengan sistem centrifugasi atau pemutaran cepat untuk mendapatkan plasma. Kemudian, untuk plasma masuk ke kantong yang sudah disiapkan dan komponen darah lainnya. Seperti sel darah merah kembali ke tubuh pendonor tersebut. Untuk durasi pengambilan kurang lebih 1 jam," urai Sarju.

Dalam pengambilan donor plasma, sejauh ini petugas UDD PMI Tuban tidak pakai baju APD lengkap seperti tenaga medis menangani pasien Covid-19. Sebab, pendonor penyintas Covid-19 ini cenderung aman karena dia sudah sembuh dari Covid-19 dan sudah terbentuk antibodi yang cukup.

"Jadi kita hanya pakai APD level 3, seperti jas pengambilan, handscoon, face shield, dan masker wajib," pungkasnya. (gun/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...