Kawasan JIIPE di Kecamatan Manyar yang menjadi KEK. (foto: ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Manajer Comdev & Humas PT BKMS (Berkah Kawasan Manyar Sejahtera) Mifti Haris menyatakan bahwa Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Rabu (10/2/2021), menyetujui pembentukan dua KEK baru.
Dua tempat itu, yaitu KEK di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dan KEK Lido di Bogor, Provinsi Jawa Barat.
BACA JUGA:
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
"Kedua usulan KEK ini menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada presiden, dan diharapkan mampu menghadirkan investasi sekaligus menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang signifikan," ujar Mifti Haris kepada BANGSAONLINE.com, Senin (14/2/2021).
Dikatakan Mifti, PT BKMS selaku pengembang dan pengelola JIIPE ingin mewadahi apa yang diprogramkan pemerintah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya dari luar negeri (LN) dengan membangun industri yang terintegrasi dengan standar internasional, pelabuhan laut dalam, sarana prasarana yang lengkap, aksesibilitas yang mudah dijangkau dari semua destinasi, sehingga tujuan me-reduce biaya logistic dan easy of doing business bisa dicapai.
"Sehingga, PT BKMS mengusulkan kawasan JIIPE ditingkatkan statusnya menjadi kawasan ekonomi khusus dengan tema teknologi dan manufaktur untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik," jelasnya.
Dengan ditetapkan sebagai KEK, diharapkan menarik investasi sebesar ± USD16,9 setara Rp236 triliun, terdiri dari pembangunan kawasan ± USD2,18 M, pembangunan pelabuhan ± USD1,45 M, dan investasi tenant ± USD13,36 M.






