Kamis, 15 April 2021 02:50

Kiai Asep Paparkan Empat Faktor Kunci Akses Menjadi Sukses

Rabu, 07 April 2021 15:48 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Kiai Asep Paparkan Empat Faktor Kunci Akses Menjadi Sukses
Kiai Asep saat memberikan paparan soal pendidikan dalam seminar nasional yang diadakan Pergunu Gresik. (foto: SYUHUD/BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua Pergunu Pusat Prof. Dr. K.H. Asep Saifudin Chalim mengungkapkan bahwa ada 4 faktor kunci akses untuk menjadikan orang menjadi sukses, yakni akses intelektual, akses jaringan, akses sosial, dan akses finansial.

Hal ini diungkapkan Kiai Asep saat menjadi narasumber dalam seminar nasional dengan tema "Peran Pergunu Dalam Mencerdaskan Bangsa Melalui Manajemen Pesantren dan Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional" dalam Peringatan Harlah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ke-69 di Kantor PCNU Gresik, Jalan Dr. Wahidin, S.H. Kecamatan Kebomas, Rabu (7/4/2021).

Dia menjelaskan, bahwa orang yang ingin sukses harus punya intelektual yang bagus. "Tidak cukup hanya intelektual, tapi jaringan juga sangat penting untuk menjadikan orang sukses," katanya.

Kiai Asep kemudian mencontohkan Bupati dan Wabup Mojokerto, Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). Pada saat Pilkada 2020 lalu, rival Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) didukung oleh tokoh-tokoh besar, termasuk tokoh NU pusat dan Jatim. Bahkan, ada 4 menteri yang menggelontorkan bantuan habis-habisan untuk pasangan rival Ikfina-Barra.

BACA JUGA : 

Lewat ASC Foundation, ​Kiai Asep Siapkan Sedekah 200 Ton Beras, Puluhan Ribu Sarung dan Uang

Berbagi Rasa di Bulan Suci, Kiai Asep Gelar Bukber dan Berikan Santunan di 18 Kecamatan

Gempa Bumi di Malang, Kiai Asep Ajak Para Kiai Muhasabah dengan Ayat Ini

Terobosan Baru, Tolak Sumbangan, ASC Foundation Hanya Memberi untuk Berbagi

Kiai Asep kemudian mencontohkan Bupati dan Wabup Mojokerto, Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). Pada saat Pilkada 2020 lalu, rival Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) didukung oleh tokoh-tokoh besar, termasuk tokoh NU pusat dan Jatim. Bahkan, ada 4 menteri yang menggelontorkan bantuan habis-habisan untuk pasangan rival Ikfina-Barra.

"Tapi, anak saya yang menang, karena punya jaringan. Rivalnya hanya dapat seperempat (dari total suara Ikfina-Barra). Anak saya Ikfina dan Barra, anak angkat dan anak asuh menang karena punya jaringan, anak saya punya jaringan RT dan lainnya," ungkapnya.

Selanjutnya, akses sosial. Kata Kiai Asep, seseorang harus pandai bersosial  jika ingin sukses. Pandai berkomunikasi dengan kepala daerah, dengan bupati. "Tapi, jangan untuk kepentingan sendiri," saran Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto dan Surabaya tersebut.

Adapun akses finansial, tambah Kiai Asep, adalah menjadi penting sebagai modal untuk apa pun yang diinginkan. "Tentunya, harus diikuti dengan doa," ujarnya.

Kiai Asep menyatakan bahwa untuk memiliki finansial cukup harus kerja keras dan didukung kecerdasan, akses, dan doa. "Amanatul Ummah saat berangkat tak punya apa-apa. Tapi, dengan doa bisa seperti saat ini," bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep juga memaparkan 9 hal yang harus (wajib) diwujudkan untuk kemajuan dan kesejahteraan dan tegaknya keadilan yang dilakukan oleh guru. Pertama, guru punya kewajiban untuk mewujudkan keimanan anak didiknya. Kedua, kewajiban mendidik untuk mewujudkan ketakwaan anak didiknya. Ketiga, kewajiban menjadikan anak berakhlakul karimah. Keempat, kewajiban tanggung jawab akademisi.

Kelima, kewajiban pembentukan kecerdasan anak didik. Keenam, kewajiban memberikan ketrampilan anak. Ketujuh, kewajiban untuk pembentukan kesehatan. Kedelapan, kewajiban memberikan pendidikan seni (tasawuf). Kesembilan, kewajiban mewujudnya kreativitas anak.

"Jika anak-anak didik di naungan Pergunu dibentuk demikian, maka akan menjadi anak-anak yang sukses dengan akhlakul karimah," terangnya.

Ditambahkan Kiai Asep, saat ini Pergunu sudah berdiri di 15 provinsi di Indonesia dengan 17 ribu anak cabang. "Untuk itu, harus terus dikembangkan untuk kemajuan pendidikan untuk kemajuan bangsa dan negara," katanya.

Selain itu, Kiai Asep juga mengajak Pergunu harus memiliki idealisme untuk menjadikan pemimpin baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga presiden adalah orang Pergunu. Apa yang diinginkan Pergunu ini, tambah Kiai Asep, sudah banyak terwujud. "Di Gresik ada Bupati Fandi Akhmad Yani. Di Provinsi Jatim ada Khofifah Indar Parawansa. Mereka adalah kader-kader Pergunu. Saya Salat Hajat dengan Pak Sururi (Ketua Pergunu Jatim) untuk kemenangan Gus Yani," ungkapnya.

"Pilpres mendatang capres harus dari Pergunu," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rois Suriah PCNU K.H. Mahfud Ma'sum, Ketua Tanfidziyah PCNU K.H. Khusnan Ali, Ketua Pergunu Jatim Sururi, dan Ketua Pergunu Cabang Gresik Syamsul Anam. (hud/zar)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...