Kamis, 17 Juni 2021 15:19

Tanya-Jawab: Uang Hasil Makelaran, Halalkah Komisinya?

Rabu, 26 Mei 2021 11:56 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya-Jawab: Uang Hasil Makelaran, Halalkah Komisinya?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<


Pertanyaan:

Assalamualaikum Kiai. Saya mau bertanya soal jual beli tanah. Adik ipar saya mau jual tanah seharga 4 juta per meter. Dia suruh istri saya tawarkan ke pembeli, tapi ga ada yang mau. Satu ketika ada pembeli, tapi harganya minta kurang. Akhirnya adik ipar saya ketemu dengan pembeli itu itu sendiri. Tanah laku Rp 300 juta. Istri minta komisi tidak dikasih. Akhirnya istri saya pinjam dia yang Rp 5 juta.

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab Islam: Enam Tahun Pisah Ranjang, Tapi Masih Satu Rumah, Mohon Pencerahan

Tanya-Jawab: Suami Miliki Jimat Kumis Harimau, Jadi Kuat Segalanya

Tanya-Jawab: Ingin Menikahi Tante dari Ibu, Bolehkah?

Tanya-Jawab: Apa Keutamaan Puasa Syawal?

Berapa komisi yang harusnya diterima istri saya? Apakah salah kalau saya tanyakan masalah komisi? Bagaimana jika hukumnya jadi perantara seperti itu, halalkah uang hasilnya? Berapa komisi yang harus diterima dari Rp 300 juta berdasarkan hukum Islam?

Terima kasih jawabannya. (Imam Hambali, Lewiliang Bogor)


Jawaban:

Waalaikummussalam wr.wb. Dalam Fikih persoalan yang bapak tanyakan disebut akad makelaran ('aqd al-samsarah). Saya belum paham, siapa yang menemukan pembeli terakhir? Calon pembeli yang berujung; tanah itu laku terjual. Jika adik ipar bapak menemukan pembeli sendiri (bukan istri bapak), maka istri bapak tidak punya peran dalam transaksi jual-beli tanah tersebut. Konsekuensinya istri bapak tidak memiliki hak untuk mendapatkan komisi.

Jika yang menemukan pembeli itu adalah istri bapak, kemudian ia mempertemukan secara langsung calon pembeli tersebut dengan adik ipar bapak sebagai pemilik tanah yang akan dijual, kemudian terjadi transaksi (laku Rp 300 juta), maka istri bapak hanya berperan "separuh peran makelar".

Mengapa? Karena definisi makelar dalam Fikih: "melakukan ucapan atau negosiasi yang membuat penjual dan pembeli itu yakin bahwa transaksi terjadi".

Dalam konteks pertanyaan bapak, tanah tersebut laku. Nah.... yang bernegosiasi itu siapa? Jika istri hanya menemukan calon pembeli dan tidak ikut proses transaksi, maka perannya hanya menemukan calon pembeli. Karena itu, istri bapak punya hak, yang dalam istilah dunia makelaran terkenal dengan istilah "uang dengar". Uang dengar ini hanya menunggu "kedermawanan penjual atau pembeli". Jadi, komisi seperti tersebut tidak mutlak istri bapak berhak. Jika dikasih, alhamdulillah, jika tidak, ya... ma syaAllah.

Secara keseluruhan, transaksi makelaran, --seperti yang telah saya kemukakan di atas-- dalam Fikih berkonotasi hukum MAKRUH (tidak disukai Allah). Maksudnya kadar halalnya remang-remang, agak halal begitu, atau... ya dekat ke haram. Untuk itu, saya anjurkan jika masih mungkin, TIDAK MENJADIKAN MAKELARAN SEBAGAI PROFESI KERJA. Wallahu a'lam.

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merd...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...