Drs KH Abdul Kadir Makarim. Foto: nttonlinenow.com
BangsaOnline - Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs KH Abdul Kadir Makarim minta agar kasus politik uang dalam Muktamar NU di Makassar jangan sampai terulang lagi.
“Itu kecelakaan sejarah. Itu memalukan. Jangan sampai main seperti itu (politik uang) lagi,” kata Kiai Abdul Kadir Makarim kepada BangsaOnline.com tadi malam.
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
Menurut dia, dampak dari kasus politik uang dalam Muktamar NU di Makassar hingga kini masih terasa.
“Resikonya di daerah-daerah kita rasakan sampai sekarang. NU jadi terpuruk,” katanya. Ia secara tegas minta oknum-oknum yang terlibat dalam politik uang dalam Muktamar NU di Makassar jangan sampai dipakai lagi dalam NU. “Orangnya kan itu-itu saja. Kita semua tahulah siapa saja mereka. Jangan dipakai lagilah,” katanya sembari menegaskan bahwa selama ini mereka inilah yang telah merusak NU. “Ini kan NU, bukan partai politik,” tambahnya.
“Hampir satu abad NU baru di Makassar itu NU dirusak,” katanya.
Ia juga mengingatkan kepada semua calon Rais Aam Syuriah dan calon Ketua Umum Tanfidiziah PBNU agar jangan sampai pakai politik uang untuk meraih suara dukungan .
“Saya minta kepada semua calon (Rais Aam/ketua umum) jangan pakai cara seperti itu lagi. Itu tak bermoral, “ katanya mengecam.
Kiai Abdul Kadir Makarim menilai, kini PBNU sudah terpuruk akibat praktik politik uang dalam Muktamar di Makassar. Karena itu, menurut dia, NU perlu diselamatkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




