Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat mengikuti donor darah.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dan terus aktif mendonorkan darah, dalam upaya menyelamatkan nyawa sesama sekaligus meningkatkan solidaritas kemanusiaan.
"Saya mengajak kita semua, untuk aktif dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2022. Karena saat ini sudah banyak sekali pos-pos donor darah melalui berbagai fasilitas pelayanan masyarakat. Ini sebaiknya rutin dilakukan," ujarnya saat berkunjung ke Jember, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya untuk keselamatan banyak nyawa. Menurut dia, mereka benar-benar mencerminkan tema dunia HDDS 2022 yakni 'Mendonorkan darah adalah suatu tindak solidaritas kemanusiaan. Bergabunglah untuk selamatkan nyawa'.
Khofifah berharap, peringatan HDDS 2022 menjadi momentum agar masyarakat semakin banyak yang mampu berkomitmen melakukan donor darah. Tidak sekadar menyelamatkan nyawa, namun juga dapat meningkatkan solidaritas kemanusiaan.
"Para pendonor darah aktif merupakan social capital (modal sosial) yang dimiliki Jawa Timur. Sehingga, yang dilakukan para pendonor merupakan bentuk aksi sosial yang ikhlas dan bermanfaat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia," tuturnya.
"Mereka dengan sukarela tanpa dibayar untuk mendonorkan darahnya kepada masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.
Apresiasi tersebut diwujudkan dengan memberi penghargaan Satya Lencana dan Piagam bagi ratusan pendonor sukarela yang telah mendonorkan darahnya, masing-masing sebanyak 75 kali di PMI yang sebagian sudah kategori lansia, pada Desember 2021 lalu.
"Semoga perjuangan dan semangat donor ini juga dilanjutkan para generasi muda agar semakin giat melakukan donor darah. Pengkaderan ini juga sudah mulai disosialisasikan sejak dini melalui program Palang Merah Remaja (PMR)," kata Khofifah.
"Di sisi lain, saat ini para generasi muda juga dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk menyadari pentingnya melakukan donor dengan memanfaatkan media sosial. Terutama manfaat kesehatan bagi tubuh, apabila melakukan donor secara teratur. Nah, dari situ sekaligus mempromosikan nilai-nilai dari pendonor darah yang sukarela dan atas nama solidaritas kemanusiaan," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




