A. Mahfudh Busiri, sekretaris DPW PPP, KH. A. Muhyiddin Khotib ketua DPC PPP Situbondo, saat jumpa pers di kantor PPP Situbondo. (hadi prayitno/BANGSAONLINE)
Dengan dicabutnya keanggotaan tersebut, secara tegas pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini mengingatkan, agar pasangan calon yang dimaksud tidak mengatasnamakan PPP. “Tidak bisa mengatasnamakan lagi sebagai PPP,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggota PPP yang saat ini nyalon dari partai lain, sebelumnya menjabat sebagai ketua MPC PPP di Situbondo. Namun karena tidak mengindahkan keputusan partai yang merekomendasi pasangan Ra Hamid-Ra Fadil sebagai pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Situbondo periode 2015-2020, maka partai menjatuhkan sanksi dengan mencabut keanggotaannya.
Bahkan menurut Mahfudh, karena pasangan ini sudah mendapat rekomendasi dari dua kubu PPP, kubu Romy juga kemungkinannya akan menjatuhkan sanksi yang sama kepada anggota yang dimaksud tersebut. “Masuk juga, jadi mungkin samalah, artinya sanksi yang akan diberikan kepada beliaunya itu,” lanjutnya.
Mantan DPR RI dari PPP ini juga meyakini, Golkar yang hingga saat ini belum memutuskan dukungannya, nantinya akan mendukung pasangan Ra Hamid-Ra Fadil yang diusung Partai berlambang Ka’bah ini.
“Saya sudah menjajaki pejabat-pejabat terasnya Golkar di Jawa Timur, Insya Allah beliau siap bergabung. Khususnya yang dari kubu ARB. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dapat memberikan form dukungan, walaupun hanya dukungan bukan pengusung,” pungkasnya. (had/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






