Salah satu peserta JKN, Wahyu Ulfi Kinasih. Foto: Ist
Kedua persalinan tersebut yang dijalani oleh Wahyu semuanya dilakukan secara caesar. Wahyu tidak membayangkan jika ia bukan peserta JKN, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk kedua persalinannya akan sangat tinggi dikarenakan terdapat tindakan operasi dan rawat inap pasca melahirkan.
“Saya menggunakan JKN untuk persalinan kedua anak saya. Anak yang pertama lahir tahun 2022 secara caesar. Kemudian tahun 2024 melahirkan lagi. Karena jarak yang berdekatan dan belum ada 2 tahun sudah melahirkan lagi serta ada riwayat caesar, akhirnya untuk persalinan yang kedua juga dilakukan operasi caesar. Setelah melahirkan perlu di rawat inap dulu 3 hari untuk perawatan setelah operasi. Alhamdulillah semua biaya ditanggung JKN. Kalau tidak pakai JKN biayanya akan sangat besar karena ada tindakan operasi,” paparnya.
Lebih lanjut Wahyu menuturkan, jika tidak ada iuran biaya tambahan atas perawatan yang dijalaninya serta pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN sangat bagus dan tidak ada perbedaan dengan pasien umum. Selain itu, Wahyu juga memberikan kesan yang baik terhadap Program JKN. Menurutnya dengan menjadi peserta JKN sangat diuntungkan karena akan mendapatkan jaminan layanan kesehatan dengan baik dan gratis.
Wahyu mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah memberikan Program JKN kepada masyarakat untuk memudahkan dalam mengakses layanan kesehatan. Wahyu berharap Program JKN ini akan terus berlangsung karena sangat membantu seluruh masyarakat.
“Selama ini tidak pernah ada suruhan untuk menambah biaya lagi. Untuk pelayanan dari pihak rumah sakit bagus, juga tidak ada perlakuan yang berbeda dengan pasien umum. Bersyukur dengan menjadi peserta JKN sangat menguntungkan karena jika sewaktu-waktu membutuhkan untuk berobat bisa mudah dan tidak lagi memikirkan biayanya karena semuanya gratis," katanya.
"Terima kasih BPJS Kesehatan karena sudah mengadakan Program JKN dan harapannya program ini selalu ada karena sangat membantu keluarga kami dan semua masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” pungkasnya. (uji/BPJS Kesehatan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




