Mobile JKN: Ketahui Risiko Dini Penyakit Kronis dengan Skrining Riwayat Kesehatan

Mobile JKN: Ketahui Risiko Dini Penyakit Kronis dengan Skrining Riwayat Kesehatan Salah satu peserta saat menunjukkan Mobile JKN.

MALANG, BANGSAONLINE.com Kesehatan mengajak seluruh peserta program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional untuk melakukan skrining riwayat kesehatan yang terdapat di dalam Aplikasi Mobile JKN. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pendeteksian dini terhadap risiko penyakit kronis.

Kepala Kesehatan Cabang Malang, Roni Kurnia Hadi Permana, menyampaikan bahwa skrining riwayat kesehatan merupakan salah satu manfaat promotif dan preventif bagi peserta Program JKN. 

Skrining riwayat kesehatan wajib dilakukan sebelum peserta memperoleh pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu, untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin sehingga dapat ditindaklanjuti segera oleh FKTP.

“Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta JKN melalui pengisian pertanyaan. Skrining tersebut bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, laman resmi Kesehatan, Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA) pada nomor 08118165165, Aplikasi P-Care FKTP maupun Akses Portal QR Kesehatan,” kata Roni saat ditemui pada Kamis (16/1/2025).

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa peserta JKN yang melakukan skrining riwayat kesehatan akan mendapatkan hasil bahwa peserta tersebut berisiko penyakit atau tidak berisiko penyakit. 

Potensi risiko penyakit kronis sesuai dengan Peraturan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024 meliputi Diabetes Mellitus, Hipertensi, Ischaemic Heart Disease, Stroke, Kanker Leher Rahim, Kanker Payudara, Anemia Remaja Putri, Tuberkulosis, Hepatitis, Paru Obstruktif Kronis, Talasemia, Kanker Usus, dan/atau Kanker Paru.

“Skrining riwayat kesehatan sangat penting dilakukan untuk pencegahan terhadap penyakit kronis. Peserta JKN dapat melakukan skrining riwayat kesehatan satu kali dalam kurun waktu satu tahun, namun lebih baik dilakukan sesegera mungkin," ucap Roni. 

"Pertanyaannya sangat mudah terkait riwayat penyakit, pola konsumsi makanan dan minuman, gaya hidup dan gejala/kondisi yang dirasakan peserta, tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab. Skrining riwayat kesehatan ini tidak ada batasan umur, mari lakukan dan jangan lupa untuk mengajak seluruh anggota keluarga,” imbuhnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO