DARI KIRI: Prof Dr Zainuddin Maliki, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan M. Mas'ud Adnan. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku mengawali kehidupan dari bawah. Kiai low profile yang kini kaya raya tapi dermawan itu semula berprofesi guru SMP swasta di pojok gang di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
“Saya bahkan pernah menjadi kuli bangunan,” ungkap Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di kantor HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di Jalan Cipta Menanggl I nomor 35 Surabaya.
BACA JUGA:
- Luar Biasa! Santri MBI Amanatul Ummah Diterima di 17 Kampus Top Dunia di Berbagai Negara
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Kunjungi HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE, Santri MBI Amanatul Ummah Bakat Jadi Jurnalis dan Novelis
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
Kiai Asep tampil di Podcast BANGSAONLINE bersama Prof Dr Zainudin Maliki, pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LKHP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kiai Asep mengaku tak bisa apa-apa dan tak punya kekuatan apa-apa. Terutama secara ekonomi dan pendidikan.
"Dulu saya itu mandek di (gelar) BA," kata Kiai Asep.
Menurut dia, kalau tak dibantu doa sulit sukses seperti sekarang.
“Andalan saya hanya doa,” ujar Kiai Asep menceritakan perjalanan hidupnya yang getir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




