Atap SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk Saat Hujan, Siswa Terpaksa Belajar di Teras

Atap SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk Saat Hujan, Siswa Terpaksa Belajar di Teras Kondisi atap ruang kelas SDN Tlagah 2 Bangkalan yang ambruk saat hujan lebat disertai angin kencang, Senin (12/1/2026).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – Atap ruang kelas 6 di SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Jawa Timur, ambruk pada Senin (12/1/2026) pagi. Insiden ini terjadi di tengah guyuran hujan lebat yang disertai angin kencang, memaksa para siswa mengungsi ke ruang lain demi keamanan.

Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati, menceritakan detik-detik peristiwa tersebut. Beruntung, saat kejadian, sebagian besar siswa belum tiba di sekolah dan ruangan masih dalam keadaan terkunci.

"Lalu beberapa saat kemudian, ada siswa kelas 6 datang dan buka kelas. Setelah dibuka, plafonnya ambruk berjatuhan," ujar Fatmawati, Senin (12/1/2026).

Kerusakan ini diduga kuat terjadi karena struktur bangunan yang sudah lapuk dan tidak mampu lagi menahan beban air hujan serta terpaan angin. Khawatir akan adanya ambruk susulan, pihak sekolah segera mengosongkan ruangan dan menggabungkan siswa kelas 6 ke ruang kelas 1. Namun, terbatasnya kapasitas ruangan membuat proses belajar mengajar menjadi sangat tidak ideal.

"Sebagian gabung kelas 1 sebagian lagi di teras karena tidak muat," imbuhnya.

Fatmawati mengungkapkan bahwa musibah ini bukanlah yang pertama kali dialami sekolahnya. Sebelumnya, ruang kantor guru telah lebih dulu ambruk, yang kemudian memicu pengosongan ruang kelas di sekitarnya guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

"Jadi kantor guru, kelas 4, 5, 6 itu satu deret. Beberapa bulan lalu ruang guru ambruk. Sehingga ruang kelas 4 yang ada di sampingnya juga dikosongkan," jelas Fatma.

Secara keseluruhan, sekolah yang menampung 248 siswa ini berada dalam kondisi darurat. Fatma menyebutkan hampir seluruh fasilitas gedung sudah tidak layak huni karena faktor usia bangunan yang sudah tua.

"Semuanya rata tidak layak semua. Sudah tua dan bangunannya rapuh. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak," ungkapnya dengan nada cemas.

Sebagai solusi darurat agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan rasa aman, Fatmawati berencana merelokasi tempat belajar para siswa ke kediaman pribadinya. "Kemungkinan sementara ke rumah saya karena dekat sekolah," jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Ali Yusri Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan di sekolah tersebut pada tahun anggaran ini.

"Iya akan kami rehab. Insyaallah rehab untuk kelas 6," pungkas Ali Yusri singkat saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut kerusakan tersebut.