Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat saat berupaya masuk ke Gedung Pemkab Bangkalan lantaran tak ditemui bupati. Foto: KABARMADURA/AINUR ROFIK
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kericuhan pecah dalam aksi unjuk rasa yang digelar puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan di depan Kantor Pemkab Bangkalan, Senin (19/1/2026). Massa yang mengusung gerakan "Reset Bangkalan" terlibat bentrok dengan aparat saat memaksa masuk ke gedung pemerintah untuk menemui bupati.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mahasiswa atas kinerja dan kepemimpinan Bupati Lukman Hakim. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Isra’ Mi’raj, membeberkan sejumlah rapor merah Pemkab Bangkalan. Antara lain maraknya galian C ilegal, kualitas pendidikan yang rendah, hingga anjloknya Penilaian Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik (PEKPP).
BACA JUGA:
- Gelar Demo, Himaba Tuntut Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan
- Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf
- Demo ke DPRD Bangkalan, PAKIS Desak Sidak Proyek Pengaspalan di 53 Titik
- Bupati Bangkalan Didemo, Masyarakat Tuntut Transparansi dan Tolak Nepotisme
“Kalau peringkatnya turun dari 105 ke 190, ini jelas anjlok, jelas merosot, makanya kami hadir untuk diskusi dan evaluasi,” ungkap Isra’ di tengah kerumunan massa.
Ia menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menagih janji politik yang disampaikan Lukman Hakim saat kampanye. Menurut massa, realisasi janji tersebut masih jauh dari harapan rakyat.
Situasi memanas ketika massa mencoba menerobos barisan pengamanan polisi dan Satpol PP. Aksi dorong-dorongan tak terelakkan.
Kondisi semakin tak terkendali ketikamassa nekat membakar ban di depan kantor Pemkab. Menanggapi eskalasi tersebut, pihak kepolisian melepaskan tembakan water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Tindakan represif aparat ini disayangkan oleh pihak mahasiswa. Isra' menyebut beberapa rekannya terluka dan peralatan aksi mereka hancur akibat insiden tersebut.






