Mawar bersama orang tuanya saat lapor ke polisi. foto: BANGSAONLINE
“Pernah diajak gituan tapi satu kali di Walikukun. Saya tidak berani menolak takut diapa-apakan oleh dia (FK-red). Semalam saya pulang diantar FK sampai di wilayah Ngrambe dan saya langsung menuju Puskesmas Sine tempat bapak dirawat sendirian pakai sepeda motor,” terang Mawar.
Jelasnya lagi, selama empat hari itu dirinya diajak FK sampai ke Solo dan terakhir di kawasan Walikukun.
Tidak terima dengan peristiwa yang dialami putrinya, lantas LN langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi pada Kamis, (17/03).
“Yang jelas saya sebagai orang tuanya melanjutkan permasalahan ini ke polisi karena anak saya diberlakukan tidak semestinya. Tetapi saya tadi oleh pak polisi disuruh mencabut laporan kehilangan anak di Polsek Sine dan melaporkan kembali ke sini (UPPA-red),” kata LN, orang tua Mawar.
Sementara informasi dari UPPA Polres Ngawi, para penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap korban yakni Mawar yang didampingi orang tuanya dan salah satu kerabat korban. Selain itu, untuk memastikan benar tidaknya tentang tindakan asusila yang dilakukan FK, pihaknya juga akan melakukan visum terhadap korban.
Mawar sendiri sebelumnya dinyatakan hilang dengan meninggalkan rumah semenjak Sabtu pekan kemarin, (12/03). Saat kejadian tersebut, Mawar mengaku hendak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drumband di sekolahnya. Tetapi sampai petang Mawar tidak pulang ke rumah dan sampai larut malam pun juga tidak ada jejaknya. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




