Beraksi 8 Kali, Jambret Warga Tambak Wedi Diringkus Polisi

Beraksi 8 Kali, Jambret Warga Tambak Wedi Diringkus Polisi Tersangka jambret saat dikeler petugas Polsek Buduran.

Nah, karena gugup dikejar massa, motor tersangka terjatuh dengan sendirinya di Jalan Gajah Mada, Sidoarjo. KL yang duduk di belakang spontan melarikan diri. Berbeda dengan rekannya, Deni justru tidak sempat kabur.

Warga Kenjeran, Surabaya itu lantas menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, tidak jauh dari lokasi ada petugas yang sedang melakukan patroli. “Masih kami kembangkan keterangan dari tersangka untuk menemukan keberadaan KL,” ungkapnya.

Mantan Kapolsek Bojonegoro Kota itu menambahkan, saat pemeriksaan, tersangka mengaku sudah delapan kali melakukan penjambretan. Yakni, 3 kali di Surabaya dan 5 kali di Sidoarjo. Rinciannya, dua kali di Gedangan, satu kali di Waru, Buduran, dan Taman. “Di aksi sebelumnya, mayoritas yang dijambret adalah handphone,” ucapnya.

Saebani menyatakan, pelaku adalah seorang residivis. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka sudah pernah dipenjara pada tahun 2013 dengan kasus yang sama. “Oleh tersangka, handphone hasil kejahatan dijual di kawasan Wonokromo (pasar maling), Surabaya,” terangnya.

Deni mengaku nekat menjambret karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sebab, penghasilannya sebagai pedagang es campur dirasa tidak mencukupi untuk menutupi beban biaya ekonomi sehari-hari. “Cuma ikut usaha orang. Sebulan upahnya Rp 1,5 juta,” katanya.

Bapak dua anak tersebut menyatakan, modus yang digunakannya adalah mencari pengendara yang membawa barang berharga di tempat sepi. “Setelah ketemu langsung direbut,” tandas anak kedua dari lima bersaudara itu. (cat/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO