3 Petani Asal Temaji Merasa Didzalimi: Garap Lahan Puluhan Tahun, Malah Dilaporkan Serobot Lahan

3 Petani Asal Temaji Merasa Didzalimi: Garap Lahan Puluhan Tahun, Malah Dilaporkan Serobot Lahan Somin, Kusnan dan Wario saat menceritakan kronologi penyerobotan lahan di balai wartawan. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sungguh sengsara nasib Somin (65), Kusnan (45) dan Warjo (41) petani asal Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kaupaten Tuban. Pasalnya, ratusan lahan yang digunakan untuk bercocok tanak selama puluhan tahun kini diklaim seseorang. Tanah tersebut tiba-tiba telah bersertifikat atas nama orang lain. Bahkan, tiga petani tersebut juga dilaporkan kepada polisi oleh Sudarno, karena dituding menyerobot lahan.

“Kami merasa didzalimi, karena lahan bertahun-tahun yang kami garap ternyata kami malah dianggap menyerobot tanah,” kata Warjo kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (12/6)

Warjo bersama petani lain lebih memilih wadul kepada wartawan lantaran tidak berani wadul ke DPRD dan Pemkab Tuban. Ketika di balai wartawan, ketiganya mengaku kini hanya bisa pasrah dan berharap kawan-kawan wartawan bisa mendampingi saat berurusan dengan pihak kepolisian.

“Kami hanya bisa pasrah, karena kepala desa juga malah tidak membantu kami,” keluh Warjo.

Petani lain, Somin, bercerita bahwa sebelum dilaporkan pada kepolisian pada 21 Juli 2015 pihaknya bersama puluhan petani lainnya telah dipanggil oleh perangkat Desa Temaji bernama Rohly. Saat itu pengklaim lahan menyodorkan surat pencabutan hak garap dan sebagai gantinya para petani akan dibeli bantuan dana tali asih. 

“Ya sungguh aneh, lama kami garap ternyata sekarang ada yang mengaku-ngaku ada yang memiliki, dan sebenarnya kami hanya meneruskan tinggalannya orang tua yang sudah berpuluhan tahun menggarap lahan  itu,” jelasnya.

Bahkan, tambah Somin, pihak desa tidak menyerah membujuk para petani. Pada 29 Aril 2016 Kepala Desa Temaji, Eko Setyo Cahyono kembali memfasilitasi pengklaim pemilik lahan dengan petani. Setiap petani disurati oleh pihak desa atas tudingan telah menyerobot tanah. Janggalnya, pada pertemua kedua itu pengklaim lahan langsung menyodorkan selembar kertas agar petani bisa tandatangan dengan keterangan tidak menggarap lahan itu.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO