PKL Dolly Longmarch Tolak Pilpres 2014

Sebenarnya, keberadaan Dolly dan Jarak bagi warga asli Putat Jaya tidak menguntungkan. Kehilangan sumber ekonomi yang digembar-gemborkan oleh PSK, mucikari, dan warga terdampak hanya dalih semata. Justru, warga asli Putat Jaya yang terdampak merasa risih dengan keberadaan lokalisasi Dolly dan Jarak.

"Kami (warga asli) malah sering dibohongi, ibu-ibu yang jadi buruh cuci sering dihutangi, giliran bayar langsung ditinggal lari oleh PSK," jelasnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menutup lokalisasi Dolly dan Jarak pada 18 Juni mendatang. Pemkot sudah menyiapkan dana sebesar Rp 16 miliar untuk mengambil alih wisma-wisma di Dolly dan Jarak. Dana sebesar itu ditambah dengan anggaran dari Kemensos senilai Rp 8 miliar. Provinsi Jatim juga sudah menyiapkan Rp 1,5 miliar.

"Rencananya akan dibuat taman, sentra PKL, kalau kecil kita akan buat perpustakaan," ujarany di rumah dinasnya kemarin.

Risma, sapaannya mengakui sudah mendengar adanya intimidasi terhadap warga, dan PSK yang pro dengan penutupan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Sawahan untuk memantau dan melindungi warga yang kerap mendapat ancaman. Tidak sedikit yang mengalami intimidasi dari oknum-oknum yang kontra dengan penutupan.

Walikota perempuan pertama itu tidak takut dengan ancaman dilaporkan ke Komnas HAM. Dia sudah menyiapkan "senjata" untuk menangkal ancaman itu. Salah satunya adalah surat terbuka anak-anak di lingkungan lokalisasi Dolly dan Jarak yang merasa terganggu dengan aktifitas lokalisasi disana.

"Ndak papa, justru anak-anak disana berterima kasih kepada saya, bu saya sudah bisa belajar dengan tenang, nanti surat itu akan saya sampaikan juga ke komnas HAM," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO