Mantan Menag RI KH. Tolchah Hasan saat memberikan buku kepada Ketua PC Pergunu Gresik Ach. Sururi. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
"Tolong diwaspadai. Jangan sampai HTI menyebarkan virus tidak benar di lingkup pendidikan serta masjid kita. Mereka jangan diberi ruang dan tempat. Begitu kelihatan gejala, segera ditegur dan diingatkan agar tidak mengulanginya," pintanya.
Sementara usai dilantik, Ketua PC Pergunu Gresik Ach. Sururi mengakui saat ini pihaknya memiliki banyak pekerjaan rumah (PR). Salah satunya adalah bisa menjadikan sekolah-sekolah di bawah naungan NU agar siap menghadapi persaingan.
"Pergunu juga harus bisa mencetak kader kader NU yang tangguh, SDM yang baik dan mewaspadai masjid, musala, pondok pesantren dan lembaga keagamaan lain dari aliran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila seperti HTI," jelasnya kepada Bangsaonline.com.
Untuk saat ini, kata Sururi, Pergunu sudah menyiapkan program lima tahun ke depan, di antaranya menyusun kode etik, serta melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan Polres Gresik dan penegak hukum lain.
"Langkah ini kami tempuh agar jika ada persoalan hukum berhubungan dengan guru NU tidak keburu ditangani, namun dimediasi dan advokasi oleh Pergunu terlebih dulu," harapnya.
KH Tolchah Hasan dalam pelantikan itu juga memberikan ijazah dan buku karyanya kepada pengurus Pergunu. "Buku itu akan kami jadikan pegangan," pungkas Sururi. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




