Ahmad Nuruddin (tengah) saat memipin razia miras. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Peredaran miras (minuman keras) dan praktik prostitusi terselubung di Kabupaten Gresik ternyata masih tinggi. Terbukti, ketika Dinas Satuan Polisi Pamong Praja PP (Dispol PP) melakukan razia di kawasan perkotaan, Jumat (10/11) malam, ada ratusan botol miras dan PSK (pekerja seks komersial) yang berhasil diamankan dari beberapa kafe.
Razia dipimpin langsung Kepala Dispol PP Achmad Nuruddin di Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar). Salah satu yang dirazia adalah kafe di jalan Fatimah Binti Maimun Kecamatan Manyar, dan Kafe Putricempo Kecamatan Kebomas.
BACA JUGA:
- ASN Terduga Jaringan Jual Beli SK Palsu Terjaring Razia Jam Dinas Satpol PP Gresik
- Cegah Banjir, Satpol PP Gresik Tertibkan 43 Bangunan Liar di Sempadan Saluran Driyorejo
- Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar dan Pedagang di Areal Pasar Baru Gresik
- Satpol PP Gresik Gagalkan Pengiriman Miras asal Bali ke Pulau Bawean
Ahmad Nuruddin mengatakan razia ini dilakukan dalam rangka penegakan perda Nomor 22 Tahun 2004 tentang pelacuran, Perda Nomor 19 Tahun 2004 tentang larangan peredaran miras dan Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang ketertiban umum.
"Bagi para pelanggar perda tersebut akan kami tindak tanpa pandang bulu," papar dia.
Sementara untuk para pelanggar perda seperti penjual miras dan PSK yang diamankan nantinya akan dikirim ke Kejaksaan kemudian diteruskan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk sidang tipiring (tindak pidana ringan).
Terkait razia ini, Nuruddin meminta dukungan dan peran serta masyarakat. Terutama, pemangku wilayah desa seperti kepala desa. "Kalau di wilayahnya ada pelanggar perda langsung dilaporkan ke Dispol PP biar langsung ditindak," pungkas dia. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






