Para tenaga medis RSUD Tuban usai mengikuti acara seminar pengenalan alat-alat medis baru yang didatangkan.
Pihak rumah sakit harus rela merogoh kocek agak dalam untuk mendapatkan satu set perangkat itu, karena alat tersebut harus didatangkan langsung dari Jerman. Anggaran senilai Rp. 16 Miliar masih dianggap wajar melihat manfaat dari alat itu yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit gangguan jiwa tersebut.
Dalam waktu dekat alat itu rencananya secepatnya akan dilaunching dan bisa dipergunakan untuk mengobati pasien yang terkena ganguan jiwa. Di samping itu, alat ini juga dapat dipergunakan bagi mereka yang terkena penyakit stroke dan kelumpuhan selama bertahun-tahun.
"Cara kerja alat ini, pasien didudukkan di sebuah kursi, kemudian beberapa organ tubuh akan dipasang alat robot yang berfungsi untuk mendeteksi syaraf di dalam otak yang mengalami kerusakan. Kemudian pasien akan diberikan terapis secara berkala," imbuh Syaiful.
Fasilitas premium ini tidak hanya dapat dirasakan bagi kalangan elit saja, namun masyarakat kelas menengah ke bawah pun juga bisa menikmati manfaat dari alat tersebut. Melihat biaya yang dikeluarkan juga tidak tergolong besar untuk sekali berobat. Warga yang ingin berobat hanya dikenakan tarif sekitar Rp. 150 ribu saja sekali terapi.
"Biaya ini belum termasuk obat yang diberikan oleh dokter jiwa. Biaya terapi pasien dengan ganguan jiwa belum bisa dibayar dengan mengunakan dana BPJS kesehatan mengingat BPJS sendiri belum mengajukan anggaran untuk pengobatan terapi ini. Namun kita akan ajukan supaya pelayanan ini nantinya juga bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, saat ini seluruh tenaga medis yang bekerja di rumah sakit itu juga diwajibkan untuk mengikuti acara seminar yang bertujuan untuk mengenalkan alat-alat medis yang didatangkan. Selain robot autism, pihaknya juga membeli sejumlah alat.
"Untuk robot autism ini dapat dioperasikan akhir tahun ini. Tenaga medis khusus juga telah kita persiapkan untuk mengoperasikan alat ini. Total RSUD Dr. Koesma ini sudah memiliki sebanyak 18 alat kesehatan yang sebelumnya hanya terdapat 6 alat," pungkasnya. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




