Rabu, 02 Desember 2020 19:25

​Katib Aam PBNU Ikut POP, Ketua LP Maarif NU Tetap Menolak

Kamis, 06 Agustus 2020 21:50 WIB
Editor: MMA
​Katib Aam PBNU Ikut POP, Ketua LP Maarif NU Tetap Menolak
Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Staquf saat bertemu Mendikbud Nadiem Makarim. foto: istimewa/ Tempo

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Program Organisasai Penggerak (POP) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ternyata tidak hanya memicu kontroversi di masyarakat. Tapi juga menimbulkan pro-kontra di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

PBNU yang sebelumnya sempat menolak POP tiba-tiba mengaku menerima program yang hingga kini masih menjadi polemik itu.

Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf mengaku baru menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Ia juga telah menyampaikan bahwa NU tetap ikut serta dalam POP pada tahun depan.

“Keputusan itu diambil dalam rapat di PBNU, pada Selasa, 4 Agustus,” kata Yahya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Agustus 2020.

(Salah satu Lembaga Pendidikan Maarif NU di Parigi Pangandaran. foto: ist)

Ia menemui Nadiem atas persetujuan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk menyampaikan keputusan organisasi NU tetap dalam POP tahun depan.

Dalam rapat di PBNU, kata Yahya, ada dua hal yang diklarifikasi. Pertama, POP bukan program yang bersifat akar rumput. Tapi lebih bersifat laboratorial.

Kedua, pelaksanaan POP mulai Januari 2021 yang akan datang. Sehingga, ada waktu yang cukup untuk menuntaskan pelaksanaan program sepanjang tahun depan.

Yahya mengatakan, PBNU mendukung upaya Nadiem mengambil langkah konkret sebagai jalan keluar dari kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami juga mendukung upaya-upaya pembaharuan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada,” katanya dikutip Tempo.

Namun Ketua LP Ma'arif NU, Arifin Junaidi, memberi pernyataan sebaliknya. Menurut dia, Lembaga Pendidikan LP Maarif PBNU yang membawahi lembaga pendidikan di NU tidak akan mengikuti POP Kemendikbud tahun ini. “Sampai saat ini LP Ma'arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komprehensif atas konsep POP Kemendikbud," kata Arifin Junaidi dalam keterangannya kepada CNN,  Kamis (6/8).

(Ketua LP Ma'arif NU, Arifin Junaidi. foto: ist/ bangsaonline.com)

Arifin menjelaskan, sejak awal, pihaknya mundur dari POP berdasarkan tiga sikap. Pertama, ia meminta Kemendikbud mematangkan konsep POP dan menunda rencana pelaksanaannya hingga tahun depan.

LP Ma'arif NU, katanya, akan mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP tahun depan, setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep program tersebut.

Sikap kedua, bila Kemendikbud kukuh melaksanakan POP tahun ini, LP Ma'arif bakal tetap mundur. Terakhir, LP Ma'arif akan tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, serta inovasi pendidikan secara mandiri.

Terkait pernyataan, Gus Yahya yang membatalkan pengunduran diri lembaganya, Arifin menyebut bahwa LP Ma'arif NU secara struktural berada di bawah koordinasi langsung Tanfidziyah NU. Atas dasar itu LP Ma'arif hanya akan mematuhi instruksi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, Said Aqil Siroj.

Seperti ramai diberitakan, program POP menjadi pro-kontra setelah Kemendikbud meloloskan dua lembaga konglomerat, Tanoto dan Sampoerna Foundation, ke dalam kategori Gajah dengan hibah maksimal Rp 20 miliar.

Tanoto dan Sampoerna mengklaim pihaknya memakai skema dana mandiri dan pendamping (campuran pemerintah dan mandiri). Jawaban itu juga dibenarkan oleh Kemendikbud.

Selain LP Ma'arif NU, Muhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengundurkan diri. Mereka menilai kriteria pemilihan ormas tidak jelas. (tim) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...