Senin, 08 Maret 2021 13:25

Kisah Perjuangan Pasutri Tukang Rongsokan di Banyuwangi Mencari Keadilan

Rabu, 12 Agustus 2020 21:32 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herry Sulaksono
Kisah Perjuangan Pasutri Tukang Rongsokan di Banyuwangi Mencari Keadilan
Mohammad bersama istri sedang menunjukkan rumahnya yang dibongkar.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Gara-gara memiliki utang, rumah Mohammad (57) di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi diratakan oleh CK, salah seorang pengusaha pengolahan plastik.

Selama bertahun-tahun, Mohammad beserta istrinya Imsiyah (57) berjuang mencari keadilan. Namun apa daya, mereka yang sehari-harinya bekerja mencari rongsokan tersebut tak kuasa melihat rumahnya dihancurkan paksa hingga rata dengan tanah oleh beberapa orang suruhan CK tersebut.

Kasus itu bermula saat Mohammad tak sanggup membayar utang kepada salah satu bank, lantaran usaha rongsokan yang ditekuninya bangkrut pada 2010 silam. Namun, CK yang dulunya memiliki hubungan baik dengan Mohammad itu tiba-tiba menawarkan pinjaman uang untuk menebus dua sertifikat rumah yang dia jaminkan di bank.

"Waktu itu saya kerja di Bali. Tiba-tiba dihubungi CK mau membantu saya melunasi utang di bank sebesar Rp 110 juta," kata Mohammad didampingi istri dan anaknya saat menceritakan awal kasus tersebut di rumahnya, Rabu (12/8).

Setelah dua sertifikat itu keluar, Mohammad dan istrinya menyerahkan kedua sertifikat tersebut kepada CK sebagai jaminan setelah diberikan pinjaman uang tersebut tanpa adanya hitam di atas putih.

"Saya hanya berpesan kepada CK, saya titip dua sertifikat ini agar disimpan dengan baik. Saya masih cari uang di Bali," kata Mohammad.

Dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 2012, saat dia dan istrinya kerja di Bali, tiba-tiba ia dikagetkan adanya kabar jika semua barangnya yang berada di rumahnya tersebut dikeluarkan oleh beberapa orang suruhan CK.

Ia pun terpaksa pulang dan setibanya di rumah melihat barang-barangnya sudah tertumpuk berserakan di rumah orangtuanya yang berada di sebelahnya. Namun, ia hanya bisa diam dan tak berbuat apa-apa melihat perlakuan orang-orang suruhan CK tersebut.

Berselang enam tahun kemudian, pada tahun 2018, CK ini tiba-tiba datang ke rumah korban dan menyampaikan akan membongkar rumahnya. Namun, Mohammad menolak keras rencana CK tersebut, karena masih belum ada hitungan yang jelas. Ia pun menilai jumlah utangnya tak sebanding dengan nilai dua rumah yang dia miliki tersebut.

"Jangan dibongkar, gimana hitungannya," kata Mohammad kepada CK saat itu.

Bukannya dimusyawarahkan dengan baik, CK ini malah menantang Mohammad untuk melaporkannya ke polisi. CK pun akhirnya membongkar paksa rumahnya hingga rata dengan tanah.

"Saya sudah lapor ke kelurahan dan polsek setempat atas ketidakadilan ini. Tapi tidak ada penyelesaian, dan saya disarankan untuk menyelesaikannya di pengadilan," ujar Mohammad.

Tak sampai di situ, meski tanah tersebut masih atas namanya, CK nekat membangun kembali rumahnya yang berada di bagian depan. Lantaran tak memiliki IMB, pembangunan itupun diberhentikan dan disegel oleh Satpol PP. Bahkan pada bulan Juli 2020 lalu, bagian belakang rumah Mohammad kembali diratakan oleh orang-orang suruhan CK.

Semenjak pembongkaran itu, kini keluarga Mohammad yang tidak mampu ini terpaksa tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Kondisi mereka pun memprihatinkan. Pasalnya, untuk mencari uang agar dapat menghidupi keluarganya, Mohammad harus memungut rongsokan di tempat sampah. Ditambah lagi, usia Mohammad dan istrinya yang sudah menua dan sering sakit-sakitan.

"Saya sudah tidak tahu, apa yang harus saya perbuat untuk menentang ketidakadilan ini. Saya hanya bisa berharap agar masih ada keadilan untuk orang-orang tak berdaya seperti saya," pungkasnya. (bwi1/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...