Selasa, 09 Maret 2021 14:38

Lawan Keputusan Organisasi, DPK Jaman Surabaya Dinonaktifkan

Minggu, 01 November 2020 18:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Lawan Keputusan Organisasi, DPK Jaman Surabaya Dinonaktifkan
Moelyadi, S.H. (tengah), Ketua DPD Jaman Jatim mengumumkan penonaktifan kepengurusan DPK Jaman Surabaya. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi penonaktifan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Jaman Surabaya. Keputusan itu hasil rapat kolektif DPD Jaman Jatim.

Moelyadi, Ketua DPD Jaman Jatim mengungkapkan, keputusan itu diambil karena DPK Jaman Surabaya tidak disiplin dan tidak mematuhi arahan organisasi dalam merespons Pilwali Surabaya 2020. Sementara, DPK Jaman Surabaya diambilalih oleh DPD.

"Jaman secara organisasi telah memutuskan mendukung pasangan nomor urut 02, Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno. Tapi Jaman Surabaya justru memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 Eri Cahyadi - Armuji. Karena itu kami nonaktifkan sementara," tegas Moelyadi, Minggu (1/11/2020).

Moelyadi mengungkapkan, dari total 19 pilkada di Jawa Timur, Jaman berpartisipasi aktif di 6 pilkada. Antara lain, Pilkada Kabupaten Malang, Jember, Banyuwangi, Sumenep, Gresik, dan Kota Surabaya. Di luar Surabaya, semuanya berjalan baik. Sebab dukungan yang diberikan sesuai arahan organisasi.

Padahal lanjut Moelyadi, Jaman memberikan dukungan dengan pertimbangan yang matang. Termasuk dukungan pada pasangan Machfud-Mujiaman di Pilwali Surabaya 2020.

"Kami mendukung Machfid - Mujiaman karena program mereka pro rakyat. Di antaranya program pembangunan Rp 150 juta per RT. Ini akan membuat pembangunan kota Surabaya merata. Tidak sekedar di wilayah protokol atau tengah kota," ujar advokat muda ini.

Terpisah, Samsul Arifin, Pembina DPK Jaman Surabaya memahami keputusan DPD Jaman Jatim menonaktifkan Jaman Surabaya. Sebab dalam organisasi ada aturan yang harus dipatuhi bersama. Tidak bisa pengurus jalan sendiri-sendiri.

Ia juga mengaku kaget dengan dukungan yang diberikan Jaman Surabaya kepada pasangan nomor urut 01. Sebab, sebagai pembina pihaknya tak pernah diberitahu atau dimintai pendapat.

"Saya kaget juga tiba-tiba ada dukungan Jaman Surabaya ke pasangan nomor urut 01. Padahal sebagai pembina, saya belum pernah diajak bicara sebelumnya," kata anggota DPRD Jatim itu. (mdr/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Selasa, 09 Maret 2021 06:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata banyak orang – bahkan pejabat - yang justru positif Covid-19 setelah vaksin sinovac. Loh? Kenapa? Lalu apa manfaat vaksin?Nah, tulisan Dahlan Iskan pagi ini, Selasa, 9 Maret 2021, menjawab pertanyaan-pertany...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...