Dia mengaku, saat ini sudah berkeliling menyosialisasikan dirinya dan bersilaturrahim dengan ulama dan masyarakat di 24 kecamatan. Masih tersisa 3 kecamatan yang belum disambanginya, seperti Kecamatan Kepulauan Sapeken, Masalembu dan Kangean.
"Saya memang berangkat awal tidak punya partai, banyak yang mengira saya maju lewat jalur independen. Setelah melakukan komunikasi politik, Insya Allah saya didukung Demokrat dan PAN. Saya juga berusaha mendekati PDIP, Gerindra dan parpol lainnya," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo tak menampik akan rencana majunya Zainal Abidin. Malah, Pakde memberikan apresiasi jika banyak kader di lingkungan pemprov Jatim yang bakal mengikuti kompetisi pemilihan kepala daerah.
"Jika ada pejabat yang sudah pensiun dan mau nyalon di daerah ya bagus aja," ujar Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jatim ini ketika itu.
Persetujuan ini beralasan, karena di tahun sebelumnya juga ada beberapa mantan pejabat pemprov maju dalam pilkada dan terbukti terpilih. Seperti Bupati Jember MZA Djalal, Bupati Trenggalek Mulyadi, Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar (Alm).
Menurutnya, seorang mantan PNS yang maju dalam pemilihan kepala daerah merupakan orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi.
"Ini karena mereka memiliki pengalaman birokrasi yang cukup banyak, karena sudah lama memimpin di dinas maupun biro," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




