Selasa, 22 Juni 2021 03:02

Prosedur Rapid Test Sebabkan Calon Bayi di Banyuwangi Meninggal Dalam Kandungan

Senin, 07 Desember 2020 20:46 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Prosedur Rapid Test Sebabkan Calon Bayi di Banyuwangi Meninggal Dalam Kandungan
Pemakaman bayi malang yang terlambat dioperasi.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Seorang bayi di Banyuwangi meninggal dunia dalam kandungan. Penyebabnya diduga sang ibu - Erna Kus Dewi Yana (34), terlambat ditangani lantaran harus mengikuti prosedur rapid test Covid-19 dan serangkaian pemeriksaan lainnya.

Istri dari Muhammad Abdullah (32), warga Jalan Banterang, Kelurahan Kampung Melayu itu pun harus menerima kenyataan pahit akibat anak ketiganya sudah meninggal saat dilahirkan.

Sang adik, Dedi Kusprayitno Wibowo menuturkan, berdasarkan keterangan yang ia dapatkan dari kakak iparnya Muhammad Abdullah, kurang lebih dua minggu lalu sebenarnya kakaknya itu sudah berupaya dan memohon agar segera ditangani tim medis di RS Yasmin. Karena, dokter di sana sudah memerintahkan harus segera dioperasi.

"Kamu kontrol sekarang, besok langsung operasi," kata Dedi menirukan ucapan dokter yang dikatakan kakak iparnya tersebut kepada BANGSAONLINE.com, Senin (7/12/20).

BACA JUGA : 

Bayi Cantik Dibungkus Daun Pisang Ditemukan di Kebun Blitar, Langsung Diadopsi Warga Kota

Warga Nyamplong Sumenep Temukan Bayi Perempuan Dalam Kardus di Kebun Jati

Klaster Tarawih di Banyuwangi Jadi 64 Orang, Dusun Yudomulyo Lockdown

Muncul Klaster Tarawih di Banyuwangi, Puluhan Warga Ringintelu Positif Covid-19, 6 Meninggal

Namun sebelum menjalani operasi, kata Dedi, Erna kakaknya itu dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test dua hari sebelumnya. Kemudian diminta untuk tes swab dan menunggu sehari untuk mendapatkan hasilnya. "Hasil tes swab-nya negatif," kata Dedi.

Tak sampai di situ, selanjutnya kakaknya ini disuruh untuk melakukan pemeriksaan radiologi. Hasilnya, kakaknya ini dinyatakan ada gangguan jantung.

"Saat melakukan pemeriksaan jantung di RS Yasmin, kata dokternya peralatan di sana kurang bagus, sehingga dirujuk ke RSUD Blambangan," jelasnya.

Sehingga pada Sabtu (5/12/20) malam lalu, Erna melakukan pemeriksaan di rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi tersebut. Karena malam, dokter kandungan maupun jantung tidak ada di tempat. Sehingga disuruh untuk memeriksakan di RS Bunda.

Seperti tersambar petir di siang bolong, alangkah terkejutnya Erna dan Abdullah ini setelah mengetahui bayinya sudah dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan oleh dokter di RS Bunda. Mereka pun sangat sedih dan mencoba menerima kenyataan tersebut. Akhirnya, Erna dioperasi Minggu (6/12/2020) kemarin untuk mengeluarkan jasad bayinya.

"Misal kata, saat itu dokter sudah memerintahkan operasi dan langsung dioperasi, Insya Allah (bayinya) selamat," kata Dedi menirukan keluh kesah Abdullah kakak iparnya.

Dedi merasa kecewa, prosedur rapid test Covid-19 yang lama mengesampingkan kondisi darurat saat kakaknya hendak melahirkan. "Seharusnya kondisi darurat seperti itu harus selamatkan dulu bayinya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono saat dikonfirmasi hingga saat ini belum memberikan jawaban. (guh/ian)

Jambret Hp di Pasuruan Babak Belur Dihakimi Massa
Senin, 21 Juni 2021 23:15 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pelaku jambret seorang ibu-ibu di Kota Pasuruan, Jawa Timur, babak belur dihajar massa pada Sabtu (19/06/2021) malam kemarin. Seperti inilah rekaman video amatir milik salah satu warga, saat pelaku jambret berinisial...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Senin, 21 Juni 2021 06:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski diblokade oleh Amerika Serikat (AS), ternyata Iran tetap berkembang. Bahkan ilmu kedokteran di negeri para mullah itu berkembang sangat dahsyat. Termasuk transplantasi hati. Dokternya, Dr Ali Malek Hossein...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...