Senin, 02 Agustus 2021 22:02

Mengintip Ratusan Koleksi Sepeda Tua di Kediri, Terbanyak Buatan Belanda dan Inggris

Selasa, 13 Juli 2021 20:20 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Mengintip Ratusan Koleksi Sepeda Tua di Kediri, Terbanyak Buatan Belanda dan Inggris
Sadam Husein, putra H. Amir Fatah (Alm) dan sejumlah koleksi sepeda tua peninggalan ayahnya. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Nama H. Amir Fatah (Alm) yang beralamat di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri tentu tidak asing lagi bagi pencinta sepeda tua di Indonesia. Sejak tahun 1988, usai krisis moneter, penggemar sepeda tua, motor tua, dan mobil tua ini sudah mulai berburu sepeda tua ke seluruh penjuru negeri bahkan sampai ke Papua.

Meski H. Amir Fatah sudah lama meninggal yaitu sejak tahun 2014 lalu, namun koleksi sepeda tuanya sebanyak 400-an unit, masih tetap terawat dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari anak H. Amir Fatah nomor 4, Sadam Husein.

Sadam sendiri mengaku mulai mengenal sepeda tua sejak di bangku SMP. Ketika itu, bapaknya membelikan sepeda tua merek Gazelle seri 11 buatan Belanda. Karena waktu itu tidak tahu kalau sepeda Gazelle adalah sepeda langka, ketika ke sekolah, sepeda itu dinaiki dengan teman sebaya, berjumlah 3 orang. Empat orang termasuk dirinya. Lama-lama, sepeda Gazelle-nya rusak. Melihat hal itu, bapaknya marah dan menjual sepeda itu. Ternyata, harga jual sepeda tersebut lebih mahal daripada saat membelinya.

Ketika dibeli pertama, ungkap Sadam, harga sepeda Gazelle itu hanya ratusan ribu. Tetapi ketika dijual laku Rp 3 juta. Harga itu, sudah sangat tinggi untuk ukuran waktu itu.

BACA JUGA : 

Mudah Stres dan Rentan Mati, Begini Tips dan Trik Cara Beternak Kelinci Holland Lop

Mantap! Kontes Ikan Cupang di Kediri Berhadiah Mobil, Begini Cara Dapatnya

Peringati Hari Sepeda se-Dunia, Kosti Kediri Gelar Ngonthel Bareng dan Kampanye Tertib Lalu Lintas

Peduli Bencana, Kosti Kediri Kirim Bantuan untuk Korban Tanah Longsor di Ngetos Nganjuk

"Mulai saat itulah, Abah bertekad akan mengoleksi sepeda tua, dan bahkan beliau memburu sepeda tua sampai ke Papua. Termasuk membeli kembali sepeda Gazelle yang pernah dijualnya dulu, meski dengan harga tinggi," kata Sadam Husein, saat ditemui di gudang sepeda tua ayahnya, Selasa (13/7/2021).

Menurut Sadam, sejak tahun 1988, ayahnya mulai mengoleksi berbagai merek sepeda tua, terutama sepeda tua buatan Belanda seperti Gazelle, Fongers, Simplex, Batavus, Sparta, dan yang lainnya. Sedangkan yang buatan Inggris ada merek Humber, Releigh, BSA, Philips, Sunbeam, dan lain-lain. Juga ada sepeda dari Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang.

"Selain mengoleksi, Bapak juga menjual bila harganya memang cocok. Untuk ukuran harga saat ini, untuk merek Gazelle bisa mencapai Rp 40 juta, begitu juga dengan merek Fongers. Semua tergantung jenis dan tahun pembuatannya," imbuh Sadam.

Bahkan, pernah sepeda merek Sparta buatan Belanda sekitar tahun 1917, laku Rp 60 juta. Sepeda itu dibeli oleh seorang anggota dewan dari Mojokerto. "Tapi sekarang sepeda langka (Sparta) tersebut berada di Museum Angkut di Batu. Saya tidak tahu, bagaimana bisa sepeda itu berada di Museum Angkut itu," terang Sadam.

Sadam juga mengatakan bahwa sejak pandemi ini, sepedanya sudah jarang keluar untuk pameran. Biasanya, lanjut Sadam, setiap ada event sepeda tua, sepeda-sepedanya pasti diikutkan pameran. "Semoga pandemi ini segera berlalu, sehingga bisa ikut lagi, pameran sepeda tua di event-event sepeda tua yang digelar oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti)," tutup Sadam penuh harap. (uji/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...