Para jamaah umroh dari Situbondo saat foto bersama.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Ketua Tanfidziyah PCNU Situbondo, KH. Muhyiddin Khatib, memberikan klarifikasi terkait isu penelantaran jamaah umroh. Ia menyatakan, pihaknya hanya menjadi fasilitator, dan soal keterlambatan ketika berangkat lantaran situasi dan kondisi yang ada.
"Tidak ada penelantaran, cuma bertahap karena kondisi ticketting dan perhotelan," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2025).
BACA JUGA:
- Dinilai Lecehkan Pesantren Lirboyo, Rais Syuriyah PCNU Situbondo Desak Penutupan Trans7
- Imam Qusyairi Syam dan Hasan Nailul Ilmi Nakhodai Jatman Situbondo
- Rais Syuriah PCNU Situbondo Pertanyakan Alasan Pencoretan Hibah Ratusan Pondok Pesantren
- RDPU Komisi IV DPRD Situbondo Soal Umroh: Jemaah Minta Ganti Rugi Rp328 Juta, PCNU Tidak Hadir
Lantas, Kiai Muhyiddin mengutarakan semua jamaah umroh PCNU sebanyak 171 orang, sudah tiba di Makkah, rombongan terakhir terdiri 42 orang tiba pada Sabtu (18/1/2025). Kemudian, Ia menjelaskan terkait isu teranyar, yaitu sebagian jamaah rombongan terakhir tiba, minta pulang bersamaan, yang lainnya minta tambahan hari, sesuai lamanya hari agenda travel.
Jadwal kepulangan mereka seharusnya pada Sabtu (25/1/2025). Ketua Tanfidziyah PCNU Situbondo menyebut, semua jamaah sudah merampungkan segala ibadah umroh.
"Sudah semua, malah ada yang 2 kali, saya sendiri malah satu kali," katanya.
Terkait isu tentang silang pendapat masalah kepulangan rombongan terakhir yang baru tiba, ia menjelaskan karena masalah ticketting, dan pada pinsipnya berlaku fleksibel, bagi yang minta tambahan hari, akan diurus semua keperluannya oleh travel perjalanan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




