“Setiap rupiah yang digunakan, pastinya akan dipertanggungjawabkan. Prinsip akuntabilitas kami pegang teguh demi menjaga kepercayaan publik terhadap BPJS Kesehatan. Selama ini, dana digunakan secara proporsional untuk membiayai kebutuhan layanan peserta, membayar kapitasi FKTP, biaya klaim rumah sakit, serta untuk berbagai program edukasi dan sosialisasi Program JKN kepada peserta,” tuturnya.
Ia mengimbau peserta JKN untuk disiplin membayar iuran tepat waktu sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlangsungan program. Menurutnya, pemahaman masyarakat akan manfaat iuran dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap program JKN.
“Ketika masyarakat memahami bahwa iuran yang dibayarkan tidak hilang begitu saja, tapi justru menjadi jaring pengaman saat sakit, maka rasa memiliki terhadap program ini akan tumbuh. Harapannya tentu Program JKN dapat terus memberikan perlindungan yang adil dan merata,” pungkasnya.
Salah satu peserta JKN, Muflikhah (45), warga Desa Gondanglegi, Kabupaten Malang, turut membagikan pengalamannya. Ia rutin menggunakan kartu JKN untuk kontrol di poli jantung dan saraf.
“Setiap bulan saya kontrol ke rumah sakit untuk perawatan jantung dan saraf, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan. Saya sangat terbantu, karena kalau dihitung biayanya bisa jutaan rupiah. Tapi dengan adanya JKN, saya bisa tenang menjalani pengobatan,” akunya.
Muflikhah berharap semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya menjadi peserta JKN dan menjaga keberlangsungan program dengan membayar iuran secara tertib.
“Kalau bukan kita yang jaga program ini, siapa lagi? Saya sudah merasakan manfaatnya, jadi saya ingin juga orang lain bisa terbantu seperti saya. Kuncinya cuma satu, disiplin membayar iuran,” ujarnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




