MUI Gresik ketika memberikan penjelasan soal sandal berlafadz Allah produk New Era. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Selain itu, manajemen New Era, kata kiai Mansur juga bersedia menarik 50 ribu sandal yang ditengarai berlafadz Allah di pasaran. "Penarikan ribuan sandal tersebut bukan karena sandal itu terbukti ada lafadz Allah, tapi karena keresahan masyarakat," terangnya.
Kiai Mansur Sodiq meminta kepada semua perusahaan agar lakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang mengerti seperti MUI Dewan Masjid Indonesia, jika akan membuat produk yang mengandung simbol-simbol agama.
Selain itu, untuk mengantisipasi kejadian terulang, MUI akan meminta Pemkab Gresik agar membuat regulasi, baik itu produk Perbup (peraturan bupati) maupun Perda (peraturan daerah) yang akan mengatur aturan pembuatan produk industri.
Sementara Penasehat MUI Kabupaten Gresik, KH Nur Muhammad, membenarkan berdasarkan pemeriksaan ahli tidak ada lafadz Allah dalam sandal produk New Era. Namun demikian, selaku lembaga MUI, pihaknya mengacungi jempol karena manajemen New Era ada itikad baik mau menarik semua sandal yang telah beredar karena adanya keresahan masyarakat. "Penarikan itu bukan karena ada lafadz Allah," katanya.
(BACA: DPRD Gresik Ragukan Janji New Era Tarik 50 Ribu Pasang Sandal Berlafadz Allah)
Hanya, tambah kiai Nur Muhammad, MUI tidak masuk dalam ngurusi menarik sandal, karena itu bukan wewenangnya. "MUI tidak memiliki wewenang untuk itu," jelasnya.
Rencananya setelah ditarik, sandal produk New Era yang meresahkan masyarakat itu akan dimusnahkan Senin (25/7) besok di halaman PT New Era. "MUI akan ikut pemusnahan itu," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






