PAMEKASAN (bangsaonline) - Kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Pamekasan Yusuf Suhartono menjamin, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di berbagai sekolah di bawah naungan Disdik, akan berjalan dengan baik dan tidak akan ada permainan.
“Mengenai adanya isu jual-beli kursi, saya yakin tidak ada. Ini karena kita terbuka, Danem diumumkan, setiap hari dipampang di sekolah-sekolah. Jadi, tidak mungkin ada permainan,” kata Yusuf, saat ditemui di gedung DPRD Pamekasan. Selasa (01/07).
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Dikatakan, siswa yang batas nilainya sudah tidak masuk kriteria yang telah ditetapkan pihak sekolah, tidak akan bisa masuk. Dia harus segera mencari sekolah lainnya yang sesuai dengan nilainya. “Jadi tidak mungkin bisa main-main,” tegasnya.
Sistem rekruitmen dengan menggunakan Danem ini, kata dia, setiap saat bisa dipantau masyarakat luas, sehingga sangat kecil kemungkinannya akan ada permainan dalam rekrutmen siswa baru ini.
“Dengan sistem Danem ini, kan setiap saat bisa dipantau oleh masyarakat, memenuhi syarat atau tidak kan bisa kelihatan, jadi silahkan awasi saja,” pintanya.
Dijelaskan, untuk masuk sekolah SMA maupun SMK di Kabupaten Pameklasan, tidak dipungut biaya besar. Setiap siswa hanya dibebankan uang pendaftaran sebesar Rp 10 ribu. “Untuk SMA,SMK bayar Rp. 10 ribu, untuk SMP gratis karena ada bos, ketentuan bos kan di antaranya untuk biaya pendaftaran,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




