Rabu, 12 Agustus 2020 18:31

3 Tahun Terbengkalai, Pejabat di Dindik Ngawi Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Sekolah Ini

Jumat, 03 Juli 2020 19:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
3 Tahun Terbengkalai, Pejabat di Dindik Ngawi Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Sekolah Ini
Sekolah SMPN 3 Paron, Ngawi.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Sudah tiga tahun gedung sekolah SMPN 3 Paron Ngawi tidak tampak ada kegiatan belajar mengajar hingga ditinggalkan terbengkalai begitu saja. Mulai tahun ajaran baru ini, mereka kembali menerima siswa didik baru.

Gedung sekolah SMPN 3 Paron Ngawi yang berlokasi di Desa Ngale telah lama ditinggalkan oleh murid-muridnya. Yang terakhir, siswa-siswi dari sekolah yang sebelumnya terbengkalai tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain. Dan tenaga pengajarnya juga sudah dipindahtugaskan ke sekolah lain. 

Pada saat tersebut, memang sekolah SMPN 3 Paron mengalami kekurangan siswa yang akhirnya dimerger (regrouping).

"Aktivitas terakhir ya sekitar 3 tahunan dan setelah itu ditinggalkan begitu saja," jelas Muhyi, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Ngawi pada BANGSAONLINE.com, Jumat (03/07).

Sejak bulan Mei merangkap sebagai Plt Kabid Dikmen Dindik Ngawi, Muhyi yang mengetahui mangkraknya gedung SMPN 3 Paron langsung memberikan perhatiannya. Di lapangan, ia menelisik sejarah dari SMPN 3 Paron hingga dilakukan regrouping dan berinisiatif untuk menghidupkan kembali gedung sekolah yang terbengkalai tersebut.

"Jadi, saya sudah menemui kades setempat dan karena lokasi tanah merupakan milik Pemkab akhirnya saya berupaya untuk menghidupkan kembali," terangnya.

Dan saat ini sudah ada sekitar 53 calon siswa yang telah mendaftar di SMPN 3 Paron. Sedangkan sebagai tenaga pengajar akan dipersiapkan dari tenaga pendidik yang berprestasi untuk diperbantukan di sekolah tersebut.

Bahkan saking semangatnya untuk menghidupkan kembali SMPN 3 Paron, Muhyi sampai rela mengeluarkan biaya dari kantong pribadinya untuk merehabilitasi bangunan sekolah yang rusak.

"Semua biaya sementara ini dari saya pribadi, tujuannya untuk menghidupkan kembali sekolah itu," paparnya.

Memang untuk sekolah yang belum ada daprodiknya belum dapat dianggarkan ke pemerintah kabupaten. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang berupaya mengajukan anggaran melalui P-APBD tahun ini. 

"Pencairan atau realisasi dari anggaran yang diajukan sekitar Rp 180 juta, saat ini masih menunggu persetujuan. Dengan adanya Silpa dari Pemkab Ngawi yang tinggi kemungkinan anggaran yang diajukan melalui Dinas Pendidikan Ngawi tersebut akan disetujui," pungkasnya penuh keyakinan. (nal/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...