Senin, 18 Januari 2021 08:41

4 Remaja Bawah Umur di Jombang Setubuhi Gadis Hingga Hamil 8 Bulan

Kamis, 05 November 2020 13:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
4 Remaja Bawah Umur di Jombang Setubuhi Gadis Hingga Hamil 8 Bulan
Ilustrasi

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Empat remaja yang berasal dari Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran melakukan pencabulan serta persetubuhan terhadap seorang gadis di bawah umur.

Dari data yang didapat, korban diketahui berinisial IN (18). Sedangkan keempat pelaku adalah MH (16), IBT (16), DN (16), serta IF (17), yang tak lain masih satu desa dengan korban.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setyani mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari keluarga korban usai menaruh curiga dengan kondisi perubahan yang terjadi pada tubuh si anak.

“Bulan Oktober kemarin kami mendapat laporan dari keluarga korban. Terungkapnya karena mereka (keluarga korban, red) curiga dengan perubahan di tubuh anaknya. Setelah didesak akhirnya mengaku jika korban tengah hamil. Setelah diperiksakan ke bidan, ternyata usia kandungannya sudah 8 bulan,” ucapnya saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (05/11/20).

Dijelaskan Agus Setyani, peristiwa tersebut terjadi pada November 2019 lalu. Saat itu, korban yang sudah berteman dengan ketiga pelaku yakni MH, IBT, dan IF, diajak ke rumah salah satu pelaku. Sesampainya di TKP, korban selanjutnya diajak berhubungan layaknya suami istri.

“Kalau kejadiannya sendiri setahun yang lalu. Korban diajak ke rumah MH, dan di situ diajak melakukan hubungan badan dengan tiga pelaku tadi secara bergilir. Selang sekitar dua mingguan, korban diajak lagi oleh ketiga pelaku, dan satu pelaku lainnya yakni IF minum-minuman keras di areal persawahan di desanya,” terangnya.

“Nah di situ setelah mereka (korban dan pelaku) mabuk, ketiga pelaku kembali menyetubuhi korban. Sementara IF hanya melakukan pencabulan saja,” imbuhnya.

(Ipda Agus Setyani)

Saat ditanya kenapa baru bulan kemarin korban melaporkan kejadian tersebut, padahal kejadiannya sudah setahun yang lalu, Kanit PPA mengatakan bahwa ada ancaman dari pelaku agar korban tidak mengatakan musibah yang menimpa dirinya kepada orang lain.

“Korban juga diancam oleh para pelaku agar tidak melaporkan peristiwa ini ke keluarganya maupun orang lain. Korban sendiri takut sama orang tuanya,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kini empat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Mapolres Jombang. Mereka akan dijerat dengan Pasal 81 undang-undang perlindungan anak tentang persetubuhan terhadap anak. “Ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Agus. (aan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...