"Sisanya kami simpan, persiapan untuk tanam cabai berikutnya serta kebutuhan hidup. Kalau sekarang harga cabai sudah turun menjadi 30 ribu per kilogram," kata Listiono. Karena itu, di akhir musim panen ini, ia memilih menanam palawija.

BACA JUGA:Manfaatkan Energi Surya, Tim Teknik Fisika ITS Kembangkan Solar Dryer untuk Petani Cabai Mojorejo
(Listiono sedang menunjukkan mobil barunya)
Ngatiyo (48), warga Desa Pucuk lainnya, juga kaya mendadak berkat melambungnya harga cabai. Dari sawahnya yang seluas 1 hektare, ia mengaku bisa panen cabai mencapai 2 kuintal.










